Home Artikel Ini Tiga Rute Prioritas Dalam ASEAN Ro-Ro Shipping Network

Ini Tiga Rute Prioritas Dalam ASEAN Ro-Ro Shipping Network

461
0
SHARE

JMOL. Proyek ASEAN Ro-Ro (Roll On-Roll Off) Network and Short Sea Shipping merupakan salah satu dari tiga program Asean Connectivity. Dua proyek lainnya adalah jalan tol lintas Asean, dan Trans ASEAN-China Rail Link.

ASEAN Ro-Ro Shipping Network nantinya akan seperti jejaring Ro-Ro tingkat regional lainnya seperti East Asia Ro-Ro Network yang mengkoneksikan Korsel, Jepang dan China melalui 26 rute. Dan, Europe Ro-Ro Network yang menghubungkan negara-negara eropa melalui 98 rute.

Baca: Mengenal (Kembali) Kapal Ro-Ro, ‘Jembatan’ Kepulauan Indonesia

Jika terbentuk, jaringan Ro-Ro Asean ini akan mengkoneksikan jalan di negara-negara asean. Benefit yang diharapkan adalah memperlancar arus barang dan orang, mengurangi kerusakan barang, menumbuhkan pariwisata serta memperkuat hubungan sosial antar masyarakat negara-negara ASEAN.

Untuk mempercepat implementasi ASEAN Ro-Ro Shipping Network, Pada 2011 negara-negara ASEAN menyepakati tiga rute prioritas berdasarkan profil dan potensi, serta kemudahan implementasi. Ketiga rute tersebut adalah (1).General Santos/Davao (Filipina)-Bitung (RI); (2).Dumai (RI) – Malaka (Malaysia), dan (3) Belawan (RI)- Penang (Malaysia) – Phuket (Thailand).

Studi lebih lanjut terhadap ketiga rute di atas dilakukan ASEAN bekerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan selesai pada Juli 2013. Berikut ulasan singkatnya.

General Santos/Davao-Bitung

Rute ini yang pertama diimplementasikan. Diresmikan di Kudos Port, Davao Filipina, pada 30 April 2017, dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte. Namun, rute yang dilayani kapal Ro-Ro Super Shuttle 12 ini mandek paska pelayaran perdanamya 2 Mei 2017.

Minimnya kargo menjadi penyebab ‘gagalnya’ rute ini. Pemerintah RI menduga adanya kesamaan produk antara Davao dan Bitung. Kedua negara kini tengah mencari solusi.

Kondisi Rute Gensan/Davao -Bitung yang berjarak 456 nm (845 km) ini sebenarnya sudah disampaikan dalam laporan studi JICA. Berdasarkan kajiian terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di kedua sisi, arus kargo antar keduanya akan mencapai volume yang menguntungkan pada tahun ke-9. Artinya, Menurut JICA, rute ini tidak feasible selama selama 8 tahun pertama. Jika ingin diteruskan, Indonesia dan Filipina harus memberi subsidi dan kemudahan investasi kepada operator kapal Ro-Ro selama 8 tahun.

Dumai-Malaka

Setelah menggelar dua kali pertemuan pada Maret dan September 2018, Indonesia dan Malaysia menargetkan rute RoRo Dumai-Malaka dapat beroperasi pada semester pertama tahun 2019.

PT Pelindo I (Persero) akan menjadi operator pelabuhan Dumai, sementara Tanjung Bruas Port sebagai operator pelabuhan Malaka. Terminal Ro-Ro Internasional disiapkan di Pangkalan Sesai (Dumai), yang selama ini melayani Rute Dumai-Rupat. Demikian juga dengan jalan toll Dumai – Pekanbaru sebagai akses hinterland. Sementara di Malaka, terminal RoRo berada di sebuah pulau buatan yang berjarak 1 km dari daratan.

Tidak seperti Davao-Bitung, Dumai-Malaka (107 km) adalah rute prioritas yang cukup feasible dilihat dari arus cargo dan orang, kesiapan pelabuhan, dukungan stakeholder serta regulasi Indonesia dan Malaysia.

Demand Rute Dumai-Malaka terdiri dari barang dan orang (turisme). Arus barang diperkirakan mencapai 182 ribu ton per tahun (2015), yang selama ini dilayani oleh kapal-kapal kayu. Sebanyak 12 persen darinya berpotensi beralih ke layanan Ro-Ro.

Arus penumpang mengandalkan tujuan pariwisata dan medis. Pada 2012, orang indonesia yang berkunjung ke Malaka mencapai 90 ribu orang, dengan tujuan wisata dan berobat. Pelayaran Ro-Ro Dumai-Malaka membuka memungkinkan kunjungan wisata dan media menggunakan bus dan kendaraan pribadi. Sebanyak 70 persen dari 90 ribu pengunjung dari Indonesia diharapkan berpindah menggunakan layanan Ro-Ro.

Rute laut Dumai-Malaka tergolong jarak pendek dan kondisi perairan yang relatif tenang namun sibuk. Sehingga rute ini akan dilayani dua kapal Ro-Ro ukuran kecil dengan dua trip per hari, dan hanya berlayar pada siang hari. Kesibukan trafik selat Malaka membuat pelayaran kapal Ro-Ro ukuran kecil menjadi beresiko tinggi pada malam hari.

Ukuran kapal Ro-Ro yang direkomendasikan adalah ROPAX 2000 GT, LOA 61 meter, service speed 14 knot, kapasitas 250 penumpang dan 17 unit kendaraan campuran. Dari aspek finansial, rute Dumai-Malaka akan mulai profit pada tahun ke-6 beroperasi. Tentu saja tergantung pada skema finansial yang dipilih.

Belawan-Penang-Phuket

Upaya membuka pelayaran Ro-Ro Belawan- Penang 140 nm (259 km) pernah dilakukan pada 2005. Saat itu, PT ASDP melakukan pelayaran percobaan Belawan-Penang dengan KMP Jatra III (GT 3123). Upaya ini gagal diteruskan karena hambatan regulasi, infrastruktur, dan pembiayaan. Pada sejak 2015, karena tumbuhnya ekonomi regional dan perubahan lingkungan bisnis, serta dukungan stakeholder dari kedua wilayah, rencana rute Belawan-Penang ini kembali diteruskan.

Terdapat volume perdagangan yang signifikan di Rute Belawan-Penang, yang selama ini dilayani oleh kapal kecil tak berjadwal, yang umumnya mengangkut sayuran, buah-buahan, ikan segar dan kargo umum lainnya seperti pupuk dalam kemasan kantong.

Pelayaran reguler kontainer mulai beroperasi pada Mei 2012, sehingga sebagian dari kargo break-bulk tersebut dapat beralih menggunakan layanan RO-RO. Kargo potensial lainnya seperti peralatan elektronik dan berbagai barang konsumsi yang selama ini dikirim melalui Jakarta. Secara total, potensi kargo di rute ini mencapai 750 ribu ton per tahun (JICA 2013). Potensi arus penumpang sangat kecil karena sudah ada penerbangan Medan-Penang. Tidak ada arus barang dan orang yang berarti pada rute Belawan-Phuket.

Pada rute Penang – Phuket, tidak ada layanan reguler shipping kargo curah dan kargo umum. Padahal, lalu lintas darat dari Thailand ke Malaysia mencatat volume yang cukup besar, yaitu 279 ribu truk pada tahun 2011. Pelayaran Ro-Ro Penang – Phuket berpeluang mengambil sebagian dari trafik darat di ataa. Potensi arus barang pada rute ini adalah 7500 hingga 8500 ton pertahun (JICA, 2013).

Prospek muatan barang oada rute Ro-Ro Belawan-Penang-Phuket cukup menjanjikan. Namun untuk muatan penumpang, harus mencari segmen pasar tertentu.

Studi JICA merekomendasikan satu kapal Ro-Ro jenis ROPAX berukuran sedang (GT 9000, 120 meter). Service speed 20 knot dan kapasitas angkut 49 truk/bus dan 400 penumpang. Jadwal pelayarannya adalah Belawan-Penang 2 kali/minggu pada hari kerja, dan 1 kali/minggu untuk rute Penang-Puket di akhir minggu.

Profitabilitas Rute

Dibanding dua rute di atas, Belawan-Penang-Phuket yang paling menarik secara finansial. Dengan menggunakan skema pembiayaan bunga rendah, profit operator akan dicapai pada tahun ke-3 sejak beroperasi, seiring pertumbuhan muatan di rute ini. Berikut tabel ringkasan rute dan profibilitasnya (JICA 2013)

Selain aspek trade, kapal, dan pelabuhan, mengkoneksikan infrasttuktur jalan antar negara ASEAN melalui pelayaran Ro-Ro memerlukan harmonisasi peraturan antar negara, terutama pada lalu lintas, imigrasi dan bea cukai. Semoga kesamaan visi ASEAN mempercepat tercapainya titik temu. Sehingga warga Surabaya dapat berlibur ke pantai Phuket (Thailand) dengan mengendarai mobil. [AF]