Home Berita Small LNG: FSRU Karunia Dewata Gantikan FSU HYSY di Benoa LNG Terminal

Small LNG: FSRU Karunia Dewata Gantikan FSU HYSY di Benoa LNG Terminal

630
0
SHARE

JMOL. Sebuah FSRU (Floating Strorage and Regasification Unit) berkapasitas 26.000 m3 kini sedang bergerak (in towing) menuju perairan Indonesia atas pesanan PT. Jaya Samudra Karunia (JSK). FSRU dibangun oleh galangan PaxOcean di Zhoushan China, dengan klas Lloyd’s Register (LR).

FSRU yang diberi nama Karunia Dewata ini merupakan yang terbesar yang dibangun oleh China, dan yang pertama menggunakan teknologi tanki Tipe C sebagai media penyimpanan LNG. Dengan kemampuan regasifikasi hingga 50 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari), FSRU ini mampu memasok kebutuhan gas untuk pembangkit listrik.tenaga gas 200-250 MW.

Sumber Jurnal Maritim menyebutkan, dilihat dari size-nya FSRU Karunia Dewata akan ditempatkan di Benoa LNG Terminal sebagai pengganti FSU (Floating Storage Unit) HYSY milik CNOOC yang sejak Oktober 2018 sudah ditarik karena habis masa kontraknya. Sejak bulan Agustus 2018, PT Pelindo Energi Logistik (PEL) sebagai operator Benoa LNG Terminal sudah meminta JSK untuk menyediakan pengganti FSU HYSY. Diperkirakan FSRU Karunia Dewata akan tiba pada awal Desember 2018 ini.

Benoa LNG Terminal

Benoa LNG Terminal adalah terminal mini LNG pertama di Indonesia. Terminal yang dioperasikan oleh PT PEL sejak Maret 2016 ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gas sebesar 40 MMSCFD untuk pembangkit listrik tenaga diesel dan gas (PLTDG) di Pesanggaran, Bali

Benoa LNG Terminal merupakan kerja sama antara PT Indonesia Power (anak perusahaan PT PLN Persero) dan PT Pelindo Energi Logistik (PEL) sebagai afiliasi perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III). Nilai kontraknya 500 juta dollar AS. Untuk penyediaan infrastrukturnya, PEL menjalin kerja sama senilai Rp 100 juta dollar AS dengan Jaya Samudera Karunia Grup (JSK Grup) untuk membangun fasilitas FRU dan FSU. Pada pertengahan 2017, dikabarkan FRU dibeli oleh Pelindo III.

Benoa LNG Termina sempat menjadi sorotan dari Menteri ESDM pada tahun 2017 lantaran biaya logistiknya (midstream fee) dinilai terlalu mahal.

BACA: Pemerintah Batasi Harga Jual Gas Hilir, Bisnis “Small LNG” Dituntut Lebih Efisien

Awalnya, dengan alasan mengejar waktu, Benoa LNG Terminal menggunakan infrastruktur penyimpanan dan regasifikasi yang terpisah dalam bentuk FSU dan FRU (Floating Regassification Unit). Kini, JSK mendatangkan FSRU, yang menggabungkan fasilitas FSU dan FRU dalam satu platform.

Belum diketahui, apakah kehadiran FSRU Karunia Dewata akan mengurangi biaya logistik gas yang dikeluhkan Menteri ESDM di atas. Yang pasti, dengan masuknya FSRU Karunia Dewata, maka FRU seharusnya sudah tidak diperlukan. [AS]