Home Artikel Pemerintah Batasi Harga Jual Gas Hilir, Bisnis “Small LNG” Dituntut Lebih Efisien

Pemerintah Batasi Harga Jual Gas Hilir, Bisnis “Small LNG” Dituntut Lebih Efisien

152
1
SHARE

JMOL. Bisnis logistik gas, khususnya LNG, menghadapi tantangan baru. Dengan harga FOB LNG sebesar 11.5% ICP dan harga jual gas hilir sebesar 14.5 ICP, omzet yang tersedia hanya sebesar 3% ICP. Pemasok gas dan penyedia infrastruktur gas dituntut untuk lebih efisien. Kondisi ini juga buah dari keinginan pemerintah cq Kementerian ESDM yang ingin mengurangi BPP Listrik pada pembangkit berbahan bakar gas demi menghindari kenaikan TDL.

Pada Juli 2017 terbit Permen ESDM No 45/2017 yang intinya membatasi harga jual gas untuk pembangkit listrik sebesar maksimal 14.5 persen dari harga minyak bumi mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP). Jika ICP sebesar 70 USD/barrel, maka harga jual gas pada plant gate (titik serah di pembangkit) maksimal sebesar USD 10.15/MMBtu

Dalam sebuah rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di akhir tahun 2017, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyoroti masih mahalnya harga jual gas di pembangkit listrik tenaga diesel gas (PLTDG) milik PLN di Pesanggaran Benoa, Bali. Harga gas yang dibayar PLN masih di atas 14.5 persen ICP. Akibatnya, PLTDG Pesanggaran tidak bisa beroperasi dengan efisien alias merugi. Biaya produksi listrik menjadi mahal dan berimbas pada Tarif Dasar Listrik (TDL). Yang dituding sebagai penyebabnya adalah biaya distribusi LNG dari Bontang hingga plant gate PLTDG Pesanggaran yang mencapai US$ 5.4/MMBtu.

Sistem Distribusi Gas Benoa

Perlu diketahui, bisnis logistik gas adalah jasa pengangkutan, penyimpanan serta penyaluran gas. Para penyedia jasa logistik gas harus menyediakan sarana dan infrastruktur logistik yang diperlukan, tergantung pada sistem distribusi yang dipilih.

BACA JUGA: Small LNG Tanker dan Aplikasinya di Indonesia

Sistem Distribusi Gas Benoa melalui empat item kegiatan berikut sarana/infrastruktur pendukungnya, yaitu: (1) Pengangkutan LNG melalui kapal LNG Carrier, (2) Penyimpanan LNG di Floating Storage Unit (FSU), (3) Regasifikasi di Floating Regasification Unit (FRU) dan (4) Dedicated Pipe sepanjang 700 meter.

PT. Pelindo Energi Logistik (PEL) adalah logistic provider yang menyediakan dan mengelola semua sarana dan infrastruktur di atas. PEL menjemput gas dalam bentuk cair ((Liquified Natural Gas/LNG) dari Bontang Kaltim, menyimpannya di FSU (Floating Storage Unit) di pelabuhan Tanjung Benoa, dan melakukan proses regasifikasi sebelum dialirkan hingga titik serah di lokasi PLTDG (Plant Gate) dalam bentuk gas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jurnal Maritim, rincian biaya pengelolaan infrastruktur di atas, terdiri dari: biaya pengapalan gas alam cair dari Bontang ke Tanjung Benoa sebesar US$ 1,4/MMBtu. Biaya FSU/FRU (simpan dan regas) sebesar US$ 1,8/MMBtu. Lalu ada biaya sewa lahan dan jasa sebesar US$ 1/MMBtu. Total semua biaya berikut pajak dan keuntungan mencapai US$ 5.4/MMBtu. Dengan ditambah harga beli LNG yang sebesar US$ 6/MMBtu, maka total harga jual gas hilir menjadi USD 11.4/MMBtu.

Setelah satu tahun beroperasi, angka ini diprotes oleh PLN karena dinilai terlampau mahal. Kementerian ESDM memperkuat keberatan PLN tersebut dengan mematok harga jual gas hilir sebesar 14.5 persen ICP melalui Permen ESDM No 45/2017.

Mekanisme Baru

Pada akhir 2017, Menteri Jonan menerbitkan Permen ESDM No.54/2017. Permen ini mengatur perhitungan dan mekanisme penetapan harga jual gas hilir untuk beberapa sektor, termasuk sektor pembangkitan listrik. Formulasinya adalah, Harga Jual Gas Hilir = Harga Gas Hulu + Biaya Pengelolaan Infrastruktur + Biaya Niaga..
.
Sebelumnya biaya pengelolaan infrastruktur gas disepakati secara Business to Business. Dengan terbitnya Permen No.54/2017, pihak pemasok gas harus terlebih dahulu mengusulkan besaran biaya pengelolaan infrastruktur tersebut kepada Dirjen Migas ESDM. Dirjen mengevaluasi usulan tersebut dan jika disetujui, diusulkan ke Menteri ESDM ditetapkan.

Paska terbitnya Permen 54/2017 di atas, PEL mengajukan revisi biaya pengelolaan infrastruktur kepada kementerian ESDM. Sumber Jurnal Maritim menyebutkan, PEL mengajukan harga baru sebesar US$ 4,2/MMBtu, kemudian turun lagi menjadi US$ 3.8/MMBtu. Jika mengacu ICP US$ 70.68/barel (Agustus 2018), maka harga usulan PEL sebesar US$ 3.8/MMBtu sudah memenuhi ketentuan Permen No. 45/2017. (Lihat Tabel)

Tender Ulang

Pada minggu ke-3 bulan Agustus 2018, PLN mengumumkan tender ulang pasokan LNG beserta fasilitasnya di Tanjung Benoa. Alasannya masih sama, yaitu harga pasokan gas dari PEL dinilai terlalu mahal, melampaui limit 14.5% ICP.

Dirjen Migas Djoko Siswanto mengatakan bahwa rantai pasok PEL yang terlalu panjang menjadi penyebab tingginya biaya logistik gas. Dalam tender ulang ini, biaya logistik akan dikurangi dengan memangkas rantai distribusi. Dedicated pipe akan dibangun di pelabuhan pembangkit, sehingga pipa eksisting sepanjang 700 meter tidak akan digunakan lagi.

Di sisi lain, PEL sudah mengucurkan investasi sekitar Rp 1,2 triliun untuk membangun terminal mini LNG di Tanjung Benoa, yang meliputi FSU, FRU, Dedicated Pipe dan lainnya. Menurut sumber Jurnal Maritim, fasilitas FSU dan FRU milik PEL tetap akan dimanfaatkan namun akan digeser ke arah utara, mendekati pelabuhan pembangkit.

Belum diketahui perkembangan dari lelang ulang tersebut. Kabarnya, sejumlah pebisnis gas asal Jepang sudah diundang untuk mengajukan penawaran. Yang pasti, limitasi harga jual gas hilir sebesar 14.5% ICP membuat bisnis Small LNG akan semakin berat dan para pelakunya dituntut untuk lebih efisien. [AS]

1 COMMENT

  1. 2/16/2017
    JASA SERVICE, COIL TUBE BOILER,BURNER
    Service Boier,Perbaikan burner

    Pemeliharaan Boiler adalah suatu kegiatan untuk memelihara atau menjaga boiler dan melakukan perbaikan atau penggantian peralatan yang diperlukan agar Boiler bisa dioperasikan sesuai dengan yang direncanakan.

    Adapun yang menjadi tujuan dari perawatan suatu peralatan dalam proses produksi atau operasional adalah untuk menekan kerugian akibat kerusakan alat produksi, dengan biaya yang rendah diharapkaan mendapat hasil yang tinggi. Bila dijabarkan lagi, maka tujuan perawatan yang paling efektif dan optimal adalah tercapainya keadaan–keadaan sebagai berikut :
     Meningkatkan kemampuan produksi.
     Menjaga kualitas produksi tanpa mengganggu kelancaran produksi.
     Menjaga agar boiler dapat bekerja dengan aman.
     Menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu

     Agar komponen – komponen dapat mencapai umur yang panjang sesuai dengan umur / life time peralatan tersebut.

     Menekan biaya maintenance atau perawatan dengan cara melaksanakan kegiatan perawatan secara efektif.

    Pemeliharaan boiler merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan proses industri baik ditinjau dari sisi produktifitas maupun dari sisi keamanan atau safety, sehingga kegiatan perawatan, pemeliharaan (maintenance) berkala maupun perbaikan insidentil sangat diperlukan.

    Selain itu proses Pemeliharaan boiler harus dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh perusahaan pengguna, yang meliputi pemeliharaan harian, mingguan, bulanan sampai dengan tahunan (Mayor Overhaul). Perawatan yang baik pada boiler dapat menjamin umur teknis dan umur ekonomis yang relatif panjang

    Pengoperasian dan pemeliharaan yang baik akan bisa meningkatkan efisiensi boiler secara signifikan apabila dilakukan secara rutin dan sesuai dengan aturan maupun prosedur yang berlaku. Untuk menjaga kualitas dan kehandaan operasi Boiler diperlukan pemeliharaan secara terjadwal agar boiler dapat bekerja dengan baik pada saat beroperasi. Perawatan dan pemeliharaan yang terjadwal dengan baik dapat meminimalisasi gangguan dan kerusakan serta dapat meningkatkan kinerja dari boiler

    Pengoperasian dan pemeliharaan yang baik akan bisa meningkatkan efisiensi boiler secara signifikan apabila dilakukan secara rutin dan sesuai dengan aturan maupun prosedur yang berlaku. Untuk menjaga kualitas dan kehandaan operasi Boiler diperlukan pemeliharaan secara terjadwal agar boiler dapat bekerja dengan baik pada saat beroperasi. Perawatan dan pemeliharaan yang terjadwal dengan baik dapat meminimalisasi gangguan dan kerusakan serta dapat meningkatkan kinerja dari boiler

    Kami menyediakan tenaga-tenaga yang terlatih dan berpengalaman di bidang pemeliharaan dan perbaikan BOILER (Fire Tube, Water Tube, Thermal Oil Boiler) dengan berbagai kapasitas, kami dapat membantu mengidentifikasi masalah pada boiler anda, memberikan rekomendasi dan solusi dalam memperbaiki secara cepat dan akurat, sehingga permasalahan pada boiler anda bisa diantisipasi serta dilakukan perbaikan sesegera mungkin.

    Kami memberikan pelayanan maintenance dan services meliputi industri pelayaran, manufaktur, makanan dan obat-obatan, rumah sakit dan perhotelan, serta industri-industri lainnya yang menggunakan boiler sebagai penunjang kegiatan produksi.

    SERVICE THERMAL OIL HEATER

    #Service Coil boilers #Maintenance #Overhouls*Retubing #Installation and Modifikasi Burners #Refractory #Electrical and Instrument #spare parts

    PT.INDIRA DWI MITRA
    Jl:Dewi Sartika Kp Ceger RT:009/002 DesaLebakwangi, Cadas Tangerang – Banten 15520
    Tlp /Fax : 021 – 59371687,021 2259400

    Phone : 081388666204
    https://boilermarine.co.id/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.