Home Berita Performa Pelabuhan Peti Kemas Global: Tanjung Priok di Urutan 23. Tanjung Emas...

Performa Pelabuhan Peti Kemas Global: Tanjung Priok di Urutan 23. Tanjung Emas Dan Belawan Melorot

569
2
SHARE

JMOL. Tanjung Priok berada di posisi 23 peringkat dunia pelabuhan kontainer. Di Asia Tenggara, performa Tanjung Priok kini berada di peringkat ketiga setelah Tanjung Pelepas Malaysia dan Singapura. Demikian laporan The Container Port Performance Index (CPPI) 2023 edisi ke-4 yang dirilis awal Juni ini.

Beberapa pelabuhan peti kemas utama lain di Indonesia berada di peringkat 100-an, yaitu Pelabuhan Tanjung Perak peringkat 101, Pelabuhan Tanjung Emas (150), dan Pelabuhan Belawan (308). Dibandingkan tahun 2021, Tanjung Priok dan Perak alami kenaikan peringkat. Dari masing-masing peringkat 66 dan 172. Sementara Tanjung Emas (143) dan Belawan (202) melorot peringkatnya.

CPPI dikembangkan bersama oleh World Bank Group dan S&P Global Market Intelligence.  Tujuannya menjadi titik referensi bagi para pemangku kepentingan utama dalam perekonomian global, termasuk pemerintah, otoritas pelabuhan, organisasi supra-nasional dan operator swasta di bidang perdagangan, logistik, dan jasa rantai pasok. Lebih dari 80 persen volume perdagangan global dikirim melalui laut dan lebih dari 60 persen pengirimannya dengan peti kemas.

CPPI memberi peringkat kepada 405 pelabuhan peti kemas di seluruh dunia, berdasarkan efisiensi, dengan fokus pada waktu yang dihabiskan kapal peti kemas di pelabuhan (port time). Yang termasuk Port time adalah waktu yang diperlukan untuk kapal bersandar, bongkar muat barang, serta menyelesaikan formalitas dan dokumen lainnya sebelum kapal dapat melanjutkan perjalanannya. Pada edisi ke-4 ini, perhitungan CPPI melibatkan 182.000 kunjungan kapal (calls), 238.2 juta pergerakan (moves), dan sekitar 381 juta TEUs peti kemas, di sepanjang tahun 2023.

Setijadi, Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI) mengatakan, pencapaian Pelabuhan Tanjung Priok ini dapat menjadi lesson learned bagi perbaikan kinerja pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, terutama pelabuhan peti kemas. Diikuti dengan peningkatan konektivitas antar pelabuhan, konektivitas pelabuhan dan hinterland, transportasi intermoda, dan pembangunan ekosistem logistik berbasis teknologi informasi. [AQS]