Home Artikel RMT2018: Volume Perdagangan Meningkat, Bisnis Pelayaran Kontainer dan Dry Bulk Membaik, Tanker...

RMT2018: Volume Perdagangan Meningkat, Bisnis Pelayaran Kontainer dan Dry Bulk Membaik, Tanker Masih Oversupply

189
0
SHARE

JMOL. Ship follow the trade. Bisnis pelayaran atau maritime transport mengikuti pertumbuhan searbone trade, yaitu perdagangan atau ekspor import melalui laut. UNCTAD secara rutin mencatat perkembangan ekonomi, perdagangan, dan pelayaran dunia, serta menyajikannya dalam Review of Maritime Transport (RMT). Membaca statistik bisnis pelayaran dunia berguna untuk memprediksi prospek pada tahun-tahun berikutnya. Apa saja yang menarik dalam RMT 2018 yang dirilis pada 3 Oktober 2018?

Pertumbuhan seaborne trade dunia mencapai 4 persen pada 2017. Tertinggi selama 5 tahun terakhir. Menunjukkan adanya pemulihan ekonomi dan perdagangan dunia. Menurut estimasi UNCTAD, volume barang yang diangkut melalui laut sepanjang 2017 mencapai 10,7 milyar ton.

Darinya, komoditi jenis Dry bulk mencatat volume terbanyak (30%), disusul jenis barang dalam peti kemas (kontainer) sebesar 17 persen. Komoditas crude oil sebanyak 2,4 persen, mengalami penurunan volume sebesar 4% dibanding tahun 2016. Komoditas lain seperti product oil dan gas mengalami peningkatan sebesar 3,9 persen.

Meningkatnya volume barang dan berkurangnya pertumbuhan armada telah mendorong perbaikan pada bisnis pelayaran. Tarif angkut membaik pada seluruh segmen, kecuali tanker.

Kontainer Catat Profit Milyaran Dolar

Pada segmen kontainer, permintaan (sisi demand: volume angkut) meningkat 6,4 persen menjadi 148 juta TEUs. Sementara kapasitas angkut (sisi supply) hanya meningkat 3,8 persen. Freight rate (tarif angkut) membaik di seluruh rute pelayaran dan membuat banyak perusahaan pelayaran kontainer mencetak laba.

Drewry, firma konsultan pelayaran terkemuka di dunia, menyebutkan bahwa segmen kontainer ini mencetak total profit kotor sebesar USD 7 miliar dolar. CMA CGM mencatat pendapatan EBIT sebesar USD 1,5 Miliar. Disusul Maersk Line (USD 700 juta), dan Hapag Lloyd (USD 480 juta).

Membaiknya bisnis pelayaran kontainer tidak lepas dari keberhasilan konsolidasi diantara operator pelayaran sejak 2016, 2017 hingga 2018. Konsolidasi tersebut dilakukan melalui aliansi, merger dan akuisisi, dengan pengawasan yang ketat dan efektif dari berbagai otoritas pencegahan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat.

Dry Bulk Membaik, Tanker Masih Buruk

Perbaikan juga terjadi pada segmen Dry bulk, dimana terjadi pertumbuhan demand sebesar 4,4 persen, sementara supply tumbuh sebesar 3 persen. Sepanjang 2017, kapasitas tumbuh hanya 20 juta gt dan scap mencapai 8 juta gt.

Keberhasikan segmen dry bulk menjaga keseimbangan demand dan supply membuat Baltic exchange dry index meningkat. Rata index sepanjang 2017 sebesar 1153 point, dengan puncaknya pada 1619 point di akhir 2017. Menyebabkan rata-rata Charter rate mencapai USD 10.986 per hari di sepanjang tahun 2017.

Bisnis pelayaran tanker masih belum membaik di 2017, utamanya pada crude oil karena oversupply. Kapasitas angkut tumbuh sebesar 5 persen, sementara demand hanya 3 persen.

Charter rate tanker pengangkut crude oil berkisar USD 11656 per hari. Turun sebesar 35 persen dibanding tahun 2016. Bahkan menurut Clarksons Research, charter rate di 2017 ini merupakan yang terendah dalam 20 tahun terakhir. [AS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.