Home Artikel IOPC Funds, Dana Kompensasi Pencemaran Minyak dari Kapal

IOPC Funds, Dana Kompensasi Pencemaran Minyak dari Kapal

1751
0
SHARE

Oleh: Sjaifuddin Thahir *)

Di dunia maritim terdapat dana kompensasi atau ganti rugi jika terjadi pencemaran minyak di laut yang umumnya berasal dari kapal tanker. Dana tersebut dikelola oleh International Oil Pollution Compensation Funds (IOPC Funds), organisasi internasional di bawah IMO.

IOPC Fund dibentuk setelah insiden tumpahan minyak dari kapal Torrey Canyon pada Maret 1967. Kapal tanker berbendera Liberia tersebut mengalami kandas di dekat kepulauan Scilly di perairan barat daya Inggris. Lebih dari 100 ribu ton minyak mentah mencemari pesisir di Inggris dan Prancis. Membunuh burung dan mamalia laut. Merusak ekosistem laut dan pesisir Inggris dan Prancis dengan dampak hingga berpuluh tahun sesudahnya.

Peristiwa Torrey Canyon menyingkap beberapa kelemahan serius, khususnya ketiadaan tanggung jawab internasional atas pencemaran dan kompensasinya, jika insiden serupa terjadi di masa depan.

Kapal Tanker Torrey Canyon berbendera Liberia, pemiliknya adalah sebuah perusahan yang berdomisili di Bermuda. Namun, induk usahanya berada di California AS. Model yuridiksi seperti ini membuat rumit gugatan ganti rugi. Prosesnya dapat memakan waktu bertahun-tahun. Pun, jika pengadilan dapat membuktikan, besarnya nilai kerusakan tidak sanggup dipikul oleh pemilik tanker.

Belajar dari kasus Torrey Canyon, masyarakat maritim internasional mendirikan IOPC di bawah IMO. OPIC mengatur pemberian kompensasi kepada negara anggota IMO, pihak dan korban yang terdampak dari pencemaran minyak. Dasar dan kerangka kerja dari IOPC Fund mengacu pada dua konvensi Internasional, yaitu: (1) Civil Liability Convention 1969, alias konvensi internasional tentang pertanggungjawaban sipil atas kerusakan akibat pencemaran minyak; (2) Fund Convention 1971, konvensi internasional tentang pembentukan dana internasional untuk kompensasi akibat pencemaran minyak.

Pada tahun 1992, kedua konvensi tersebut diamandemen. Isinya memperluas cakupan IOPC Fund. Setelah insiden kapal Erika dan kapal Prestise, muncul instrumen ketiga, yaitu Protokol Konvensi IOPC Fund tahun 1992 yang memberi kompensasi tambahan untuk mengantisipasi kerusakan pencemaran lingkungan laut.

Dana IOPC dikumpulkan dari kontribusi dari negara anggota IMO berdasakan jumlah minyak yang mereka peroleh melalui jalur laut. Jadi, semakin banyak mengimpor minyak (yang diangkut melalui laut) maka semakin besar kontribusinya.

Sejak berdiri, IOPC telah menangani 150 insiden pencemaran minyak di seluruh dunia Sebagian besar kasus pencemaran tersebut dan seluruh klaim diselesaikan di luar pengadilan. **

*) Ketua Unum PRAMARIN (Praktisi Maritim Indonesia)