Home Berita Tol Laut 2021. KSOP Gunungsitoli Kerja Keras Tingkatkan Muatan Balik Trayek T-2

Tol Laut 2021. KSOP Gunungsitoli Kerja Keras Tingkatkan Muatan Balik Trayek T-2

141
0
SHARE

JMOL. Kota Gunungsitoli di pulau Nias termasuk dalam jaringan Trayek T-2, dengan pangkal di pelabuhan Teluk Bayur (Padang). Lengkapnya jaringan trayek T-2  meliputi: Teluk Bayur – 105 – Mentawai (Sikakap) – 243 – Pulau Baai – 432 – Gn. Sitoli – 109 – Sinabang – 339 – Teluk Bayur.

PT ASDP dengan KM Kendhaga Nusantara 2 menjadi operator trayek ini. Sepanjang tahun 2020, total arus cargo di T-2 sebanyak 569 TEU. Cargo balik hanya 10 TEU (Ditjen Hubla). Imbalance trade yang sangat tinggi.

Kota Gunungsitoli diapit dua kabupaten, yaitu Nias Utara dan Nias. Ketiganya berada di pulau Nias, dan termasuk daerah 3T: Tertinggal, Terpencil, Terluar.

Komoditas andalan di pulau Nias adalah kopra, karet, coklat, pinang, pisang, kelapa muda, hasil perikanan dan lain-lain. Kopra dapat menjadi andalan ‘ekspor’ pulau Nias, melalui pelabuhan Gunung Sitoli dan pada akhirnya akan meningkatkan muatan balik Trayek T-2.

Kabupaten Nias Utara memiliki lahan kelapa seluas 15.762,11 hektare dan produksi mencapai 7.804,53 ton. Sementara Nias Selatan memiliki lahan kelapa seluas 19.453 hektare, dengan produksi sebanyak 13.669 ton.

Kepala KSOP Gunungsitoli, Merdi Loi mengatakan optimalisasi Tol Laut dapat dilakukan melalui peningkatan investasi daerah, khususnya untuk peningkatan nilai tambah komoditas kelapa, yang banyak ditanam di pulau tersebut.

“Kantor KSOP Gunungsitoli turun langsung ke lapangan melakukan kolaborasi dan sinergi dengan seluruh dinas instansi terkait,” katanya, Minggu (28/3).

Baca: Ditjen Hubla Fokus Optimalkan Muatan Balik

Beberapa instansi terkait yang memiliki kapasitas untuk mendukung optimalisasi Tol Laut yakni Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Perhubungan di wilayah Pemda/Pemko se-Kepulauan Nias.

Merdi mengatakan, trayek kapal tol laut ke Kepulauan Nias melalui Pelabuhan Gunungsitoli sangat membantu masyarakat mendapatkan komoditas barang dan mengurangi disparitas harga sehingga masyarakat dapat merasakan harga barang yang terjangkau dan memperoleh pemerataan barang secara memadai.

“Trayek kapal tol laut yakni Gunungsitoli-Teluk Bayur- Tanjung Priok Pulang Pergi dan memiliki jadwal minimal 2 kali sebulan sehingga memudahkan masyarakat atau pelaku usaha untuk mengirim barang maupun hasil alam ke Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, “tutupnya.

Akses Gunungsitoli ke pulau Sumatera dalam Trayek T-2 melalui Teluk Bayur, Padang (448 nm) dan Pulau Baai, Bengkulu (432 nm). Untuk mencapai pulau Jawa, cargo dari Gunungsitoli harus transit dahulu di Teluk Bayur untuk dilanjutkan ke Tanjung Priok melalui Trayek H-3. [AS]