Home Berita Tol Laut 2021. Kopra Jadi Andalan Muatan Balik dari Haltim

Tol Laut 2021. Kopra Jadi Andalan Muatan Balik dari Haltim

144
1
SHARE

JMOL. Pelabuhan Buli/Maba terletak di Halmahera Timur, Maluku Utara. Buli termasuk dalam Trayek T-10 dengan pelabuhan pangkal Tanjung Perak, Surabaya. Total jarak trayek 2940 nautical mile (nm) dan dilayani oleh KM Logistik Nusantara 5 dengan operator PT. PELNI. Jaringan trayek T-10 adalah: Tanjung  Perak – Tidore (Soasio) – Morotai – Galela – Maba/Buli – Weda – Tanjung Perak.

Pada tahun 2020, total muatan di trayek T-10 ini sebesar 1533 TEU, dengan rincian Muatan berangkat 1051 TEU, dan muatan balik 502 TEU. Menurut KUPP Buli, Anwar Sahitua (25/3), pada tahun 2020 jumlah muatan dari Buli sebesar 1881 ton, setara 94 TEU. Padahal potensi muatan di hinterland Buli dapat mencapai 4800 ton atau setara 240 TEU dalam setahun. Itu hanya dari kopra saja.

Baca: Tol Laut 202, Ditjen Hubla Fokus Tingkatkan Muatan Laut

Perdagangan kopra merupakan andalan Halmahera Timur yang dapat difasilitasi Tol Laut. Pembeli Kopra adalah beberapa industri di Surabaya. Sebagai ilustrasi, harga kopra per kg di Surabaya (pelabuhan pangkal Trayek T-10) pada minggu ke-4 Maret 2021 ini mengalami peningkatan yaitu Rp.10.500 dari semula hanya Rp. 9.500. Pada tingkat harga tersebut, nilai perdagangan kopra Buli-Surabaya dapat mencapai Rp 50 Milyar per tahun. Jika dapat dioptimalkan, ‘ekspor’ kopra Buli ke surabaya sebesar 240 TEU dapat memperkecil gap muatan balik/berangkat. [AS]