Home Tol Laut Tol Laut 2021. Jailolo Mulai ‘Ekspor’ Virgin Coconut Oil ke Jatim

Tol Laut 2021. Jailolo Mulai ‘Ekspor’ Virgin Coconut Oil ke Jatim

380
0
SHARE

JMOL. Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Jailolo, B Wisnu Sentyaki mengabarkan, untuk pertama kalinya Halmahera Barat mengapalkan minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil) melalui Tol Laut.

“Pemuatan perdana VCO sekitar 8 ton. Jika lancar bisa jadi produk unggulan dari Jailolo Halmahera Barat,” kata dia, Rabu (28/4).

Hari ini, KM Logistik Nusantara 3 bersandar di Matui Jailolo,  membongkar 51 kontainer dan memuat 32 kontainer.

Kabupaten Halmahera Barat dikenal kaya akan hasil bumi terutama yang berasal dari buah kelapa. Semenjak adanya Tol Laut, hasil bumi tersebut mampu menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke Pulau Jawa.

Kopra (kelapa kering) selalu menjadi muatan yang paling banyak, dan kemarin, untuk pertama kalinya olahan lain dari kelapa yakni VCO berhasil dipasarkan. Selain VCO, ada juga kopra berbagai jenis, ada cengkeh, buah kelapa, arang dan hasil perikanan seperti ikan dan cumi.

Cumi merupakan komoditi lokal ungggulan lainnya selain kopra. Cumi segar Jailolo sudah masuk ke dalam program prioritas Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Barat untuk dikirimkan ke Surabaya melalui Tol Laut.

Pelabuhan Matui Jailolo menjadi bagian dari trayek Tol Laut T-15 sejak tahun 2020. Sejak itu UPP setempat rutin melakukan sosialisasi dan koordinasi guna meningkatkan optimalisasi Tol Laut.

Trayek T-15 dioperatori PT Pelni menggunakan KM Logistik Nusantara 3. Rutenya adalah Surabaya – Makassar-Jailolo-Morotai dan kembali dengan rute Morotai langsung ke Surabaya.

Di tahun pertama beroperasi (tahun 2020), kinerja trayek T-15 terbilang bagus. Tidak seperti trayek tol laut lainnya, muatan balik di T-15 lebih banyak dibanding muatan berangkat. Dilihat dari rutenya, muatan balik trayek T-15 ini merupakan akumulasi kontainer dari Jailolo dan Morotai. [AF]