Home Berita Telah hadir: “Ruang Logistik”, Platform Digital Belajar Ilmu Logistik dan Supply Chain

Telah hadir: “Ruang Logistik”, Platform Digital Belajar Ilmu Logistik dan Supply Chain

861
1
SHARE

JMOL. Platform pembelajaran secara digital khusus bidang logistik dan supply chain kini sudah hadir di Indonesia. Namanya “Ruang Logistik”, dapat diakses di tautan ruanglogistik.id

Ruang Logistik adalah platform e-training dan e-certification, yaitu pelatihan dan sertifikasi jarak jauh secara online. Peserta dapat mengikuti program secara fleksibel dari tempatnya masing-masing, sehingga efisien dari aspek biaya dan waktu.

Ruang Logistik dibangun dan dikelola oleh Supply Chain Indonesia (SCI), sebuah lembaga kajian, riset, training khusus bidang logistik dan supply chain.

Materi pelatihan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang logistik, sehingga e-training Ruang Logistik sekaligus sebagai tahap persiapan untuk mengikuti uji sertifikasi dari BNSP.

Pelatihan tidak hanya memberikan materi konseptual, tetapi juga materi praktis sesuai kondisi dan permasalahan di lapangan. Pelatihan difasilitasi para profesional yang berpengalaman di berbagai perusahaan.

Standar Kompetensi Profesi Logistik

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menyatakan belum banyak SDM bidang logistik yang bersertifikasi berdasarkan skema resmi yang ditetapkan Pemerintah itu. Berdasarkan catatan SCI, sebagai contoh, hingga saat ini baru 147 orang yang dinyatakan kompeten dalam untuk okupansi Supply Chain Manager.

Salah satu kendala utama peningkatan kompetensi SDM logistik tersebut adalah masalah biaya untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Sampai saat ini, penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi masih terpusat di Jakarta. Ruanglogistik hadir untuk mengatasi masalah ini.

Untuk diketahui, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) telah menetapkan lima Skema Sertifikasi Kompetensi Profesi Nasional Indonesia untuk sektor logistik. Lima skema tersebut terdiri atas Supply Chain Manager, Freight Forwarder, Warehouse Supervisor, Warehouse Operator, dan Logistics Administrative Officer.

Skema sertifikasi tersebut disahkan dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 94 Tahun 2019 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pengangkutan dan Pergudangan Golongan Pokok Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan Bidang Logistik.

Menurut Setijadi, SDM di bidang logistik yang kompeten dan profesional diperlukan dalam mendukung kinerja perusahaan logistik maupun pengguna jasa logistik (manufaktur, retailer, dll.) yang akan mempengaruhi daya saing produk dan komoditas nasional.

Oleh karena itu, SCI berharap Pemerintah terus memfasilitasi pengembangan kualitas SDM bidang logistik. Misalnya, dalam bentuk bantuan dana pelatihan dan sertifikasi.

Pengembangan SDM merupakan salah satu dari lima sasaran Prioritas Program Kerja Presiden Joko Widodo 2019-2024. Presiden juga mengatakan pemerintah akan memfasilitasi vocational training, vocational school, dan manajemen talenta agar program Pengembangan SDM berjalan optimal. [AS]