Home Berita Tahun Baru 2020. Indonesia Terapkan IMO 2020, LSFO Tersedia di Tanjung Priok...

Tahun Baru 2020. Indonesia Terapkan IMO 2020, LSFO Tersedia di Tanjung Priok dan Balikpapan

1712
0
SHARE

JMOL. Hari ini, 1 Januari 2020, Indonesia mewajibkan setiap kapal untuk menggunakan bahan bakar bersulfur rendah (Low Sulphur Fuel Oil, LFSO) atau lebih dikenal dengan IMO2020. Dengan demikian, setiap kapal yang beroperasi di perairan Indonesia, baik berbendera Indonesia atau asing, wajib menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur senilai maksimal 0,5 % m/m. Mulai hari ini juga, LSFO sudah tersedia di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Floating Storage Teluk Balikpapan.

Ada empat rujukan IMO 2020 tersebut, yaitu: (1) International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL Convention) Annex VI Regulation 14; (2) IMO Resolution Marine Environment Protection Committee (MEPC) 307(73): 2018 Guidelines for the Discharge of Exhaust Gas Recirculation (EGR) Bleed-Off Water; (3) Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim, dan (4) Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM.003/93/14/DJPL-18 tanggal 30 Oktober 2018 tentang Batasan Kandungan Sulfur Pada Bahan Bakar dan Kewajiban Penyampaian Konsumsi Bahan Bakar di Kapal.

“Kapal berbendera Indonesia dan kapal berbendera asing yang akan menggunakan bahan bakar tersebut agar melakukan pembersihan tangki bahan bakar, sistem perpipaan dan perlengkapan lainnya yang terkait, untuk memastikan kebersihan dari sisa atau endapan bahan bakar sebelumnya (bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih besar dari 0,5 % m/m), dan mengembangkan rencana penerapan di kapal (ship implementation plan) sesuai pedoman IMO MEPC.1/Circ.878,” ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono hari ini (1/1) di Jakarta.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. SE.35 Tahun 2019 tanggal 18 Oktober 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Bahan Bakar Low Sulfur dan Larangan Mengangkut atau Membawa Bahan Bakar yang tidak Memenuhi Persyaratan serta Pengelolaan Limbah Hasil Resirkulasi Gas Buang dari Kapal.

Kapal yang masih menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih besar dari 0,5 % m/m, agar memasang Sistem Pembersih Gas Buang (Exhaust Gas Cleaning System) alias scrubber, dengan jenis/type yang disetujui oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Kapal Indonesia yang berlayar Internasional dilarang mengangkut atau membawa bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih besar dari 0,5 % m/m untuk sistem propulsi/ penggerak atau bahan bakar untuk operasi peralatan lainnya di atas kapal mulai tanggal 1 Maret 2020. Larangan ini tidak berlaku untuk kapal yang menggunakan metode alternatif seperti sistem pembersihan gas buang yang disetujui berdasarkan peraturan 4.1 Annex VI Konvensi MARPOL.

Type Open Loop

Capt. Sudiono juga mengingatkan adanya beberapa negara yang melarang pembuangan limbah air hasil resirkulasi (washwater) dari scrubber tipe open loop. Untuk itu, limbah hasil resirkulasi harus disimpan dalam tangki penampung di atas kapal untuk selanjutnya dibuang melalui fasilitas penerima (reception facility) yang tersedia di pelabuhan.

Baca: IMO Kaji Limbah Open Loop Scrubber

“Kapal berbendera Indonesia yang berlayar Internasional yang menggunakan Scrubber tipe open loop agar memperhatikan aturan di negara tujuan” ujar Capt. Sudiono. [AS]