Home Berita Soal “Burial at Sea” dan Perlakuan terhadap ABK, Kemlu akan Panggil Duta...

Soal “Burial at Sea” dan Perlakuan terhadap ABK, Kemlu akan Panggil Duta Besar RRT

611
0
SHARE

JMOL. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) akan memanggil Duta Besar RRT di Jakarta guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenasah dan perlakuan yang diterima ABK WNI selama bekerja di kapal berbendera Tiongkok.

Demikian salah satu poin dari keterangan pers Kemlu tentang Perkembangan penanganan ABK Indonesia yang saat ini berada di Korea Selatan (Korsel). Dapat diakses di sini

Poin lain dalam rilis tersebut menjelaskan tentang permasalahan yang dihadapi para ABK WNI di kapal ikan berbendera RRT Long Xin 605 dan Tian Yu 8. Beberapa hari lalu, kedua kapal tersebut berlabuh di Busan Korsel, membawa 46 ABK WNI dan 15 diantaranya di Kapal Long Xin 629.

Peristiwa “pelarungan” jenasah ABK WNI dari kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604 dikabarkan terjadi pada Desember 2019 dan Maret 2020 saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan sudah memdapat persetujuan awak kapal lainnya.

KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus ini. Dalam penjelasannya, Kemlu RRT menerangkan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktek kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya. Namun untuk memperoleh penjelasan tambahan, Kemlu RI akan segera memanggil Duta Besar RRT di Jakarta.

Baca: Kasus ABK WNI di Kapal Ikan Tiongkok, Ini Penjelasan Kemenhub

ILO Seafarer’s Service Regulation memang mengatur prosedur pelarungan jenazah (burial at sea). Dalam ketentuan ILO disebutkan bahwa kapten kapal dapat memutuskan melarung jenazah dalam kondisi antara lain jenazah meninggal karena penyakit menular atau kapal tidak memiliki fasilitas menyimpan jenazah sehingga dapat berdampak pada kesehatan di atas kapal.

Kemlu bersama Kementerian/Lembaga terkait telah memanggil manning agency untuk memastikan pemenuhan hak-hak awak kapal WNI. Kemlu juga sudah menginformasikan perkembangan kasus dengan pihak keluarga. [AF]