Home Berita Sidang IMO FAL-45: RI Paparkan NLE, Inaportnet, dan MOS

Sidang IMO FAL-45: RI Paparkan NLE, Inaportnet, dan MOS

613
0
SHARE

JMOL. Organisasi Maritim Dunia atau International Maritime Organization (IMO) menggelar Sidang 45th Facilitation Committee Meeting (FAL-45) secara virtual yang berlangsung 1 – 7 Juni 2021. Dihadiri oleh perwakilan negara – negara anggota IMO serta organisasi internasional, termasuk Indonesia. Delegasi Indonesia di bawah koordinasi Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Dr. Eng. Lukijanto.

FAL Convention lengkapnya adalah Convention on Facilitation of International Maritime Traffic. Pertama kali diadopsi pada tahun 1965. FAL bertujuan untuk menyelaraskan prosedur kedatangan kapal, sandar, dan keberangkatan dari suatu pelabuhan yang berada di seluruh dunia, terutama yang melayani pelayaran internasional. Hingga saat ini, konvensi FAL sudah diratifikasi oleh 118 negara anggota IMO.

Baca: Amandemen Terbaru FAL Convention

Pada kesempatan ini, delegasi Indonesia menyampaikan perkembangan digitalisasi layanan kepelabuhanan di Indonesia. Atase Perhubungan (Athub) untuk KBRI di London, Lollan Panjaitan, menyampaikan presentasi mengenai Sistem Operasi Maritim Indonesia di Pelabuhan khususnya terkait National Logistic Ecosystem (NLE). Sedangkan topik Inaportnet dipaparkan oleh Yudhonur Setyaji P dari Ditjen Hubla. Marine Operating System (MOS) disampaikan oleh Adhi Santoso dari Kemenkomarves.

National Logistic Ecosystem (NLE) merupakan platform yang mengkolaborasikan aplikasi logistik secara end to end sehingga proses logistik secara nasional menjadi lebih efisien. Inaportnet merupakan layanan sistem informasi elektronik berbasis internet yang terintegrasi dengan layanan operasional pelabuhan untuk melayani aktivitas kapal dan kargo di pelabuhan. Layanan Inaportnet juga telah terintegrasi dengan sistem Indonesia National Single Window (INSW), Kementerian Keuangan dan asosiasi bisnis kepelabuhanan. Adapun Marine Operating System (MOS) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelayanan tambat kapal dan mendukung percepatan digitalisasi logistik di Indonesia.

“Indonesia telah mengembangkan sistem Inaportnet sejak tahun 2016 yang dimulai di empat pelabuhan utama, kemudian berkembang di pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia, hingga saat ini telah terintegrasi di 54 pelabuhan.” kata Yudhonur.

Ada sejumlah isu yang dibahas dalam Sidang FAL ke-45 kali ini, antara lain fasilitasi lalu lintas maritim internasional untuk memperlancar kapal masuk pelabuhan, kegiatan bongkar muat dan kapal meninggalkan pelabuhan, aktifitas penumpang dan kargo di pelabuhan, serta proses bisnis elektronik dan digitalisasi di pelabuhan. [AS]