Home Artikel Sektor Logistik Indonesia Tumbuh Pesat, E-Commerce Menjadi ‘Backbone’ Baru

Sektor Logistik Indonesia Tumbuh Pesat, E-Commerce Menjadi ‘Backbone’ Baru

1755
0
SHARE

JMOL. Logistik merupakan salah satu industri jasa terbesar di Indonesia. Pada 2017, didorong oleh e-commerce, kapitalisasi untuk jasa kurir saja sudah menyentuh 50 Triliun Rupiah. Pertumbuhan industri e-commerce telah mempercepat pertumbuhan industri logistik. Selain itu, penanganan outsourcing logistik oleh pihak ketiga kini semakin efisien.

Untuk tahun 2018 ini, ASPERINDO (asosiasi kurir Indonesia) memprediksi industri logistik akan meningkat lebih dari 15% dibanding tahun 2017. Sementara ALI (Asosiasi Logistik Indonesia) memprediksi, industri logistik setidaknya akan tumbuh 10% di tahun 2018. Menurut data Biro Pusat Statistik, pada periode Januari hingga September 2017, sektor ini tumbuh sebesar 8,25%, melebihi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional yang sebesar 5,06%.

Menurut laporan Ken Research yang berjudul “Logistik dan Pergudangan Indonesia Menurut Sektor (Freight Forwarding, Warehousing, VAS), oleh Domestic and International Services – Outlook to 2021”, CAGR di pasar Logistik Indonesia diperkirakan mencapai 7,9%. dalam 5 tahun ke depan hingga 2021. Freight Forwarding menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat dengan perkiraan CAGR sebesar 9,2%.

Kebutuhan Warehouse Meningkat

Laporan riset yang dirilis Savills Plc pada Desember 2017, perusahaan konsultan properti, mengungkap bahwa kebutuhan ruang gudang logistik akan meningkat sekitar 240.000 meter persegi pada tahun 2021. Peningkatan kebutuhan tersebut sejalan dengan perluasan bisnis e-commerce. Ekspansi e-commerce akan menjadi tulang punggung baru bagi sektor logistik, yang sebelumnya bersandar pada industri manufaktur.

Saat ini, dengan kontribusi penjualan terhadap total penjualan ritel hanya sebesar 1%. bisnis e-commerce sudah menyumbang 3% dari total pasokan 8,1 juta m2 gudang logistik. Dengan pertumbuhan 20% per tahun, kontribusi e-commerce diperkirakan akan mencapai 7% -8% atau senilai US $ 14,47 miliar pada 2021 atau meningkat 2,08 kali lipat. Ini berarti membutuhkan tambahan ruang logistik sebesar dua kali lipat.

Secara umum, Savills menilai industri logistik akan tumbuh berkat kinerja sektor konsumsi, sejalan dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang pada tahun 2020 diperkirakan akan mencapai 270 juta. Dibandingkan tahun 2010, tingkat pengeluaran konsumsi meningkat 1,42 kali menjadi Rp1,309 triliun.

Kinerja e-commerce berkembang pesat karena industri ini merambah pada semua segmen, tidak terbatas hanya pada perusahaan besar saja. Savills menyebutkan, kehadiran perusahaan penunjang logistik, atau disebut Logistics enabler, sangat membantu perkembangan e-commerce. Perusahaan Logistics enabler menyediakan layanan penanganan logistik untuk e-commerce, mulai dari pergudangan, distribusi, sampai foto produk. Kehadiran para enabler ini membuat perusahaan e-commerce bisa fokus dalam penjualan tanpa harus repot menangani pengiriman barang. [RED. Sumber: cemat-sea.com, diolah]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.