Home Berita SCI: Pelabuhan Patimban Penting bagi KSN Bekasi – Karawang – Purwakarta

SCI: Pelabuhan Patimban Penting bagi KSN Bekasi – Karawang – Purwakarta

222
0
SHARE

JMOL. Presiden Joko Widodo menargetkan peresmian Pelabuhan Patimban pada Juni 2020. Presiden juga mengatakan bahwa Patimban akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia pada 2027 terutama untuk ekspor otomotif Indonesia.

Pelabuhan Patimban terletak di Kabupaten Subang Jawa Barat. Lokasi Patimban dipilih pemerintah menggantikan lokasi Cilamaya yang dinilai tidak layak. Pembangunan Patimban direncanakan dalam tiga tahapan proyek dengan total investasi sekitar Rp 40 triliun. Berikut tahapan pembangunan pelabuhan Patimban:

Tahap pertama (total dana Rp 23,5 triliun), terdiri atas 2 fase: yaitu

  • Fase I : (Rp 14 triliun), (1) Pembangunan terminal peti kemas seluas 35 ha dengan kapasitas 250.000 TEUs. (2) Pembangunan terminal kendaraan utuh (completely build up) seluas 25 ha berkapasitas 218.000 unit.
  • Fase II (Rp 9,5 triliun). (1) Pembangunan terminal peti kemas seluas 66 ha berkapasitas 3,75 TEUs. (2) Pembangunan terminal kendaraan berkapasitas 382.000 unit kendaraan utuh (CBU). (3) Pembangunan terminal Ro-Ro sepanjang 200 meter.

Tahap kedua, yaitu Peningkatan kapasitas terminal peti kemas menjadi 5,5 juta TEUs. Sementara Tahap ketiga adalah Peningkatan kapasitas terminal peti kemas hingga 7,5 juta TEUs.

Pesaing Tanjung Priok

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan pemanfaatan Patimban di luar industri otomotif, sehingga menambah utilisasi pelabuhan tersebut. Menurut Setijadi, volume ekspor-impor industri non-otomotif di Jawa Barat sangat besar. Industri tersebut selama ini bergantung pada Pelabuhan Tanjung Priok yang aksesibilitasnya semakin menurun akibat kemacetan. Patimban berpotensi mengalihkan volume ekspor-impor dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Berdasarkan analisis SCI, potensi tersebut sangat besar karena selama ini Tanjung Priok menangani 65% volume ekspor-impor nasional. Darinya, sekitar 79% volume ekspor dan 84% volume impor berasal dari pabrik-pabrik di Jawa Barat.

Patimban berpotensi mengambil kargo ekspor di atas, terutama dari wilayah Karawang (29% volume Tanjung Priok), Purwakarta (8%), dan Bandung (6%), serta tidak menutup kemungkinan dari Bekasi (32%). Sementara, potensi kargo impor ada di wilayah Karawang (36%), Purwakarta (9%), dan Bandung (6%), serta Bekasi (23%).

Baca juga: Meneropong Prospek Pelabuhan Patimban

Menurut Setijadi, dengan demikian Pelabuhan Patimban dapat berkontribusi signifikan dalam pengembangan kawasan Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur) sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang sangat penting karena kontribusi ekonomi yang tinggi, yaitu sekitar 15% dari industri nasional. [AS]