Home Berita SCI Buka Program Sertifikasi Logistik Mahasiswa Merdeka

SCI Buka Program Sertifikasi Logistik Mahasiswa Merdeka

214
1
SHARE

JMOL. Dalam rangka peringatan kemerdekaan Indonesia ke-75, Supply Chain Indonesia (SCI) mengadakan Program “Sertifikasi Logistik Mahasiswa Merdeka”. Program berupa pelatihan dan sertifikasi “Basic Logistics” pada 17-29 Agustus 2020 diselenggarakan secara online melalui platform ruang Logistik, dengan sasaran khusus mahasiswa dan fresh graduate.

Melalui platform Ruang Logistik, para peserta dapat mengikuti secara mudah dan murah tanpa harus datang ke Jakarta atau kota lain tempat penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi. Untuk biayanya, setiap peserta akan mendapatkan potongan 75% dari nilai sebesar Rp 1,2 juta menjadi cukup Rp 300 ribu.

“Program ini sebagai salah satu kontribusi SCI dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi bidang logistik bagi talenta muda. Sertifikat yang diperoleh dari SCI yang merupakan lembaga terpercaya, akan menjadi bukti kompetensi dalam bidang logistik yang penting untuk memulai karir”, demikian Setijadi,
Chairman SCI sekaligus CEO Ruang Logistik, dalam keterangan resminya kepada Redaksi.

Masih Sedikit

Data Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menunjukkan jumlah tenaga kerja pada tahun 2018 yang telah tersertifikasi sangat sedikit, yaitu baru sebanyak 615.388 orang. Data tersebut berdasarkan sertifikasi kompetensi tenaga kerja pada 17 sektor menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Masih mengacu pada data tersebut, sektor dengan jumlah orang tersertifikasi paling banyak adalah sektor jasa lainnya sebanyak 95.010 orang, diikuti industri pengolahan (84.537), penyediaan akomodasi makan dan minum (78.684), jasa pendidikan (73.611), jasa keuangan dan asuransi (52.618), serta jasa perusahaan (44.877).

Sektor logistik termasuk dalam lima sektor yang paling sedikit. Jumlah tenaga kerja yang tersertifikasi pada sektor transportasi dan pergudangan (logistik) hanya sebanyak 7.794 orang. Diikuti sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (5.427); pengadaan listrik dan gas (4.319); pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang (1.615), serta real estate (967).

Setijadi menyatakan kondisi tersebut merupakan masalah serius karena sertifikasi merupakan salah satu tolok ukur untuk menjamin bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai, membantu untuk perencanaan jenjang karir bagi tenaga kerja, serta membantu pengembangan evaluasi pembelajaran.

Padahal, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah mengamanatkan bahwa setiap tenaga kerja berhak memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta, atau pelatihan di tempat kerja.

Sertifikasi SDM Mahasiswa dan Sarjana baru di bidang logistik yang kompeten dan profesional sangat penting untuk mendukung kinerja logistik dalam pengelolaan rantai pasok perusahaan. Kinerja logistik ini akan mempengaruhi daya saing produk agar bisa bersaing di dalam maupun luar negeri.

Pemerintah dan pihak-pihak terkait perlu memberi perhatian khusus atas kekurangan tenaga kerja yang kompeten dalam bidang logistik. Salah satu kendala utama peningkatan jumlah dan penyebaran SDM logistik adalah biaya yang mahal. Platform Ruang Logistik yang dikembangkan oleh SCI dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mengatasi persoalan pengembangan, serta peningkatan jumlah dan penyebaran kompetensi SDM logistik. [AS]