Home Event Ruang Logistik Buka Kelas “SCM for Maritime Sector”

Ruang Logistik Buka Kelas “SCM for Maritime Sector”

333
1
SHARE

JMOL. Untuk meningkatkan kompetensi SDM sektor maritim itu, SCI membuka kelas e-Training & e-Certification “SCM for Maritime Sector” pada tanggal 1-24 Oktober 2020. Program diadakan secara online melalui platform Ruang Logistik, dan bekerjasama dengan Myshipgo.

CEO Ruang Logistik Setijadi menjelaskan program di atas mengacu pada 15 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan konteks bidang maritim. Salah satu acuannya adalah Kepmenaker No. 94/2019 tentang Penetapan SKKNI Kategori Pengangkutan dan Pergudangan Golongan Pokok Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan Bidang Logistik.

Sektor maritim memegang peranan dan tantangan yang sangat penting bagi Indonesia. Di samping karena sekitar 2/3 wilayahnya terdiri dari laut, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan sekitar 17.500 pulau.

Saat ini, peranan transportasi laut masih rendah jika dilihat dari kontribusinya terhadap PDB. Pada tahun 2019, transportasi laut hanya berkontribusi sekitar 6,94 persen. Sementara transportasi darat mendominasi dengan kontribusi sekitar 53,64 persen, diikuti transportasi udara sebesar 35,37 persen.

Menurut Setijadi, untuk meningkatkan peranan dan menghadapi tantangan sektor maritim, para pelaku usaha dan pemangku kepentingan harus memahami Supply Chain Management (SCM). Kompetensi SCM ini perlu untuk bisa memahami dan menganalisis proses secara end-to-end dalam peningkatan efisiensi biaya logistik perusahaan maupun nasional.

Pemahaman terhadap proses dan biaya logistik harus secara menyeluruh, tidak parsial. Mengacu data INSA dan Pelni, misalnya, distribusi biaya logistik terbagi atas biaya transportasi laut (19 persen), biaya di pelabuhan asal dan tujuan (31 persen), serta biaya transportasi hinterland di wilayah asal dan tujuan (50 persen).

Pelaku usaha harus memahami sistem dan proses logistik yang kompleks. Misalnya, dalam proses kepelabuhanan yang menyangkut sekitar 18 instansi terkait dengan aliran barang, informasi, dokumen, dan uang.

SCM juga harus dipahami para pelaku dari perusahaan manufaktur sebagai pemilik barang, penyedia jasa logistik, transportasi, pergudangan, forwarder/EMKL, pelayaran, operator pelabuhan, perusahaan bongkar muat, depo kontainer, serta kementerian/lembaga terkait.

Pelatihan dan sertifikasi di Ruang Logistik sangat praktis karena proses registrasi, in, dan post training dilakukan secara online. Pelatihan dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja termasuk akhir pekan, sehingga peserta dapat tetap produktif di hari kerja.

Selain diampu narasumber praktisi/profesional yang berpengalaman, pelatihan menggunakan beberapa case study yang relevan. [AS]