Home Berita Proyek Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo Tetap Berlanjut di Tengah Pandemi...

Proyek Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo Tetap Berlanjut di Tengah Pandemi COVID-19

384
1
SHARE

JMOL. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (19/9). Tinjauan tersebut untuk memastikan proyek pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi tetap berjalan meski di tengah pandemi Covid-19. 

Ada tiga proyek yang dikunjungi, yaitu Bandara Komodo, Pelabuhan Multipurpose Way Kelambu dan Pelabuhan Labuan Bajo.

Menurut Menhub, pembangunan infrastruktur transportasi harus dilanjutkan karena membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja baru dan membuka konektivitas antar wilayah. Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan wisata prioritas nasional yang dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara di masa yang akan datang.

Pengembangan Bandara Komodo yang sedang dikerjakan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) meliputi pemotongan bukit, pembebasan lahan, serta perpanjangan runway 200 x 45 meter, dari 2.250 meter menjadi 2.750 M

Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu seluas 6 hektar dibangun untuk mampu melayani kapal curah cair dan petikemas dengan bobot 5000-10.000 DWT. Pelabuhan ini dibangun untuk mendukung pergerakan logistik di Labuan Bajo. Progres rincian pekerjaan pembangunan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu per 13 September 2020 yaitu; Pekerjaan persiapan, pekerjaan causeway, pekerjaan trestle, pekerjaan dermaga dan penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi.

Proyek terakhir yang dikunjungi Menhub Budi, yaitu Pelabuhan Labuan Bajo, yang sedang direvitalisasi dan dikhususkan melayani kapal wisata dan kapal penumpang.

“Harapannya dengan mempercepat pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi di Labuan bajo dapat menggerakan roda perekonomian nasional. Selain itu juga saya menekankan kepada seluruh simpul transportasi yang ada di Labuan Bajo untuk memperhatikan protokol kesehatan,” kata Menhub Budi. [AF]