Home Berita Profesi “Supply Chain Manager”  Penting Bagi Kinerja Logistik

Profesi “Supply Chain Manager”  Penting Bagi Kinerja Logistik

959
0
SHARE

JMOL. Saat ini, Pelatihan Persiapan Sertifikasi Kompetensi Profesi “Supply Chain Manager (SCM)” batch ke-20 sedang berlangsung di Hotel Ibis Style Sunter Jakarta pada 11-13 Februari 2020. Diikuti oleh 32 peserta dari berbagai perusahaan, dimana 22 peserta di antaranya berasal dari Propinsi Papua.

Pelatihan SCM ini diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI), bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Logistik Insan Prima yang didirikan oleh Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO), dan Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI).

SCI sendiri adalah lembaga pelatihan, konsultasi, penelitian, dan pengembangan bidang logistik. Pelatihan “Supply Chain Manager (SCM)” yang sudah digelar sejak tahun 2016 ini merupakan salah satu kontribusi SCI dalam pengembangan SDM logistik Indonesia.

Hingga tahun 2019, pelatihan SCM telah diikuti oleh 290 peserta dari perusahaan logistik, distribusi, transportasi, kurir, manufaktur, dan retailer, serta pengelola infrastruktur/fasilitas logistik (bandara, pelabuhan, dan terminal kereta api). Melalui uji kompetensi di LSP Logistik Insan Prima, sebanyak 89 orang telah dinyatakan kompeten dalam bidang logistik. Pengakuan atas kompetensi ini merupakan pengakuan secara nasional karena materi uji mengacu terhadap SKKNI logistik dan sertifikat dikeluarkan oleh LSP atas nama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Adapun peserta SCM batch ke-20 kali ini berasal dari PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung), PT Metro Expressindo Logistik, PT Pertamina Training & Consulting, PT Irian Jaya Logistik, PT Marlin Express, PT Lintas Jaya Papua, PT Jayanita Samudra Express, PT Digul Jaya, PT Djoeragan Logistik Antar Nusa, PT SCMU, dan PT Yusen Logistics Solution Indonesia (YSID).

Pelatihan juga diikuti para peserta dari PT Jamarindo Sapta Perkasa, PT Berkah Mutiara Laut, PT Sarana Niaga Utama Nasional, PT Cakrawala Azfatama, PT Linda Express, PT Merauke Nusantara Jaya, PT Caraka Nusantara Express, PT Ikrar Bersama Mandiri, PT Catur Sentosa Adiprana, Tbk. (P&G Pantene), PT Karya Baruna Raya, dan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB.

Baca: Pelatihan SCM Batch ke-21

Mendukung Kinerja Logistik Nasional

Chairman SCI, Setijadi mengatakan peningkatan jumlah peserta mengindikasikan peningkatan kesadaran perusahaan terhadap peran penting SCM. Sementara, keikutsertaan para peserta dari Papua menunjukkan kesadaran telah berkembang hingga kawasan timur Indonesia.

Menurut Setijadi, secara mikro SDM logistik yang kompeten dan profesional diperlukan untuk mendukung kinerja logistik dalam pengelolaan rantai pasok perusahaan. Kinerja logistik ini akan mempengaruhi daya saing produk agar bisa bersaing di dalam maupun luar negeri. Secara makro, kompetensi SDM logistik dapat berkontribusi meningkatkan kualitas dan kinerja sektor logistik Indonesia.

Penguasaan kompetensi logistik juga diperlukan bagi SDM di berbagai kementerian/lembaga pemerintah. Pemahaman terhadap rantai pasok, misalnya, penting dalam pengambilan kebijakan pengelolaan barang kebutuhan pokok dan barang penting, dalam upaya peningkatan kinerja ekspor, termasuk menghadapi Revolusi Industri 4.0. [AS]