Home Berita Posisi KRI NANGGALA-402 Belum Bisa Dipastikan

Posisi KRI NANGGALA-402 Belum Bisa Dipastikan

2668
3
SHARE

JMOL. TNI AL melaporkan telah terjadinya hilang kontak terhadap KRI Nanggala-402 (KRI NGL-402) pada Rabu 21 April 2021 pukul 03.00 waktu setempat. Hilang kontak terjadi saat KRI NGL-402 sedang melakanakan latihan penembakan Torpedo SUT, di daerah latihan kapal selam TNI AL pada 90 kilometer utara pulau Bali.

Berdasarkan keterangan tertulis Biro Humas Kemhan, KRI Nanggala-402 meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB, Rabu (21/4/2021). Setelah diberi izin menyelam sesuai prosedur, kapal selam hilang kontak dan tidak bisa dihubungi.

Setelah hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi, pihak TNI AL segera melakukan upaya pencarian dengan mengerahkan unsur-unsur Satgas, yaitu KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan Helly Panther. Pencarian belum membuahkan hasil. Sekitar pukul 07.00 waktu setempat, pengamatan udara menggunakan Helicopter menemukan adanya tumpahan minyak (oil spill) di sekitar posisi menyelam KRI NGL-402.

Menurut Kadispenal TNI-AL Laksma TNI Julius Widjojona, KRI NGL-402 diduga mengalami mati listrik (black out) dan hilang kendali sebelum hilang kontak. Kapal selam juga diduga tidak dapat melaksanakan prosedur darurat karena mengalami black out. Sementara terkait tumpahan minyak yang sempat terlihat di perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal, Laksma Julius mengatakan kemungkinan terjadinya kerusakan (retak) tangki BBM akibat tekanan air laut saat menyelam. Dugaan lainnya adalah kapal selam tengah mencoba memberi sinyal tentang posisinya.

Untuk memperkuat operasi SAR KRI NGL-402, pada pukul 14.00 WIB, TNI AL mengerahkan KRI Rigel 933 (Pushidros) dari Jakarta, dan diperkirakan tiba pada Jumat pagi (23/4). TNI AL juga mengirim distres ISMERLO (International Submarine Escape and Rescue Liaison Office), dan sudah mendapat respon dari AL Singapura, Malaysia, India, dan Australia.

KRI NGL-402 dibangun tahun 1977 di Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) Kiel, Jerman. Sekarang bernama Thyssen Krupp Marine Systems (TKMS). Kapal selam dengan panjang hampir 60 meter ini masuk jajaran TNI AL pada tahun 1981. Saat beroperasi kemarin, personel on board sebanyak 53 org (49 ABK, 1 komandan satuan, 3 personel arsenal). Komandan KRI NGL-402 saat ini adalah Letkol laut (P) Heri Octavian.

Sempat beredar kabar bahwa KRI RE Martadinata (331) dilaporkan berhasil mendeteksi adanya pergerakan 2,5 knot di bawah air, namun belum dipastikan apa obyek tersebut. Dalam penyataannya kepada publik pada Kamis pagi hari ini (22/04), Kadispenal mengatakan posisi KRI NGL-402 masih belum bisa dipastikan. [AF]