Home Berita Peringati HUT RI ke-76, SCI Kembali Buka Kelas “Merdeka Logistik” bagi Milenial

Peringati HUT RI ke-76, SCI Kembali Buka Kelas “Merdeka Logistik” bagi Milenial

252
0
SHARE

JMOL. Dalam rangka peringatan Kemerdekaan RI ke-76, SCI kembali membuka Program Merdeka Logistik berupa e-Training & e-Certification “Basic Logistics” secara daring (online) pada 9-23 Agustus 2021. Peserta mendapatkan potongan biaya sebesar 76% sehingga hanya dikenakan biaya Rp 360 ribu.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi mengatakan Program Merdeka Logistik adalah salah satu kontribusi SCI dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi bidang logistik bagi milenial atau talenta muda sebagai calon profesional di masa mendatang. Sertifikat dari SCI sebagai lembaga bidang logistik terpercaya menjadi bukti kompetensi bidang logistik yang penting untuk memulai karir. Pada tahun 2020, Program Merdeka Logistik diikuti oleh 119 peserta dari 27 perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Setijadi mengatakan, saat ini Ruang Logistik juga membuka Program e-Training & e-Certification “Supply Chain Management (SCM)” untuk level manajerial pada 9-31 Agustus 2021.

Program ini penting agar praktisi memahami SCM secara komprehensif, baik secara internal maupun eksternal, yang akan berdampak terhadap efisiensi dan profitabilitas perusahaan.

Program ini diperlukan di semua level, baik strategis (top management), taktis (middle management), maupun teknis/operasional di semua perusahaan (manufaktur, transportasi, logistik, retailer, dan lain-lain).

Program SCM dan Basic Logistics diselenggarakan secara daring melalui platform “ruanglogistik.id”, sehingga fleksibel, baik waktu maupun tempatnya, serta efisien dari aspek biaya. Program ini juga sebagai persiapan sertifikasi dari BNSP melalui LSP terkait.

Jumlah Sertifikasi Menurun

Sementara itu, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mencatat penurunan jumlah sertifikasi tenaga kerja pada 2019 sebanyak 911.152 orang menjadi 592.797 orang pada 2020. Di samping penurunan sebesar 35% itu, dari 2006 hingga Juni 2021 tercatat hanya sebanyak 5.737.820 sertifikasi.

Hal ini merupakan masalah serius karena sertifikasi merupakan salah satu tolok ukur untuk menjamin bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai, membantu untuk perencanaan jenjang karir bagi tenaga kerja, serta membantu pengembangan evaluasi pembelajaran.

Setijadi mengatakan sertifikasi sangat penting untuk berbagai bidang. Khusus untuk bidang logistik, SDM yang kompeten diperlukan untuk mendukung kinerja logistik perusahaan.

Kesadaran untuk membangun kompetensi melalui sertifikasi perlu dilakukan sejak awal, termasuk bagi mahasiswa dan lulusan baru perguruan tinggi atau generasi milenial. [AS]