Home Berita Sidang Majelis IMO: Indonesia Tetap Anggota Dewan IMO, BPK RI Jadi External...

Sidang Majelis IMO: Indonesia Tetap Anggota Dewan IMO, BPK RI Jadi External Auditor

298
0
SHARE

JMOL. Sidang ke-31 Asembly (Majelis) IMO (International Maritime Organization) pada 29 November 2019 malam ini sudah selesai memilih 40 anggota baru dewan (council) IMO untuk periode 2020-2021.

Pada sesi ketiga, telah terpilih 20 negara dari kategori C, yaitu negara-negara yang memiliki kepentingan khusus pada transportasi atau navigasi maritim dan mewakili semua wilayah geografis utama dunia.

Hasil lengkap perolehan suara ke-20 negara kategori C yang terpilih berdasarkan geografis, Perolehan suara, dan keberadaan rute pelayaran yang penting, adalah:

Mediterania dan Afrika Utara (Selat Gibraltar, Terusan Suez): Moroko (131), Malta (145), Cyprus (140), Mesir (132),Turki (129)

Timur Tengah (Laut Arab, Teluk Persia, Selat Hormuz): Kuwait (112)

Asia Tenggara (Selat Malaka, Selat Sunda, Laut China Selatan): Singapura (153), Malaysia (142), Indonesia (139), Thailand (127), Filipina (119).

Benua Amerika (Teluk Meksiko, Terusan Panama): Bahama (137), Jamaica (125), Mexico (135), Chili (134), Peru (132)

Eropa Utara (Selat Dover, Laut Utara): Belgia (133), Denmark (130)

Benua Afrika (Cape Hope);
Afrika Selatan (136), Kenya (111).

Empat negara lain tidak masuk dalam keanggotaan dewan IMO kategori C, yaitu: Nigeria (110), Saudi Arabia (106), Polandia (101) dan Liberia (100). Satu negara yaitu Qatar mengundurkan diri sebagai kandidat Anggota Dewan IMO Kategori C.

Sebelumnya, pada siang hari waktu London, sudah terpilih 20 negara anggota Dewan dari kategori A dan B. Tidak ada perubahan komposisi anggota dewan dari kedua kategori tersebut.

Kategori A terdiri dari 10 negara dengan kepentingan terbesar dalam penyediaan layanan pelayaran internasional (the largest interest in providing international shipping services), sesuai dengan jumlah perolehan suara terbanyak, yaitu Jepang, Republic of Korea, Italia, China, Yunani, Panama, Inggris, Norwegia, Amerika Serikat, dan Federasi Rusia.

Kategori B terdiri dari 10 negara yang mewakili kepentingan terbesar dalam “International Seaborne Trade”, sesuai dengan urutan perolehan suara terbanyak, yaitu Australia, Jerman, Prancis, Brazil, Spanyol, India, Kanada, Uni Emirat Arab, Brazil dan Argentina. Swedia yang pada periode sebelumnya menjadi Anggota Dewan Kategori B, tidak lagi terpilih karena jumlah suara pemilihnya berada di urutan terakhir.

Anggota Dewan IMO berisikan 40 negara dengan 3 kategori di atas dari total 174 negara anggota. Dewan IMO adalah organ eksekutif di bawah Majelis dan bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya Organisasi. Dewan IMO menjalankan seluruh fungsi Majelis kecuali fungsi pemberian rekomendasi tentang regulasi keselamatan pelayaran dan pencegahan pencemaran lingkungan maritim.

BPK RI External Auditor IMO

Selain pemilihan Anggota Dewan IMO, dilaksanakan pemilihan external auditor IMO periode 2020 – 2023. Hasilnya, Indonesia terpilih setelah memperoleh dukungan terbesar (64 suara), mengungguli Italia (24) dan Inggris (45) pada putaran pertama. Dan selanjutnya memperoleh 75 suara mayoritas (dari total 142 pemilih) mengalahkan Inggris (64 suara) pada pemilihan putaran kedua.

Terpilihnya BPK RI sebagai external auditor IMO semakin menunjukkan eksistensi Indonesia di kancah pergaulan Internasional, khususnya sektor maritim. Selamat untuk delegasi Indonsia. [AS]