Home Berita Pembangunan Infrastruktur Perlu Kompetensi SCM

Pembangunan Infrastruktur Perlu Kompetensi SCM

590
1
SHARE

JMOL. Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap kualitas perencanaan program. Program harus direncanakan sejak awal agar memiliki tolok ukur keberhasilan yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat. Presiden menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2021 minggu lalu (27/5)

Presiden mengatakan sering menemukan pembangunan infrastruktur, seperti bendungan atau pelabuhan, tidak terintegrasi dengan pengembangan wilayah sekitarnya. Misalnya, ketidaktersediaan irigasi di area pertanian sekitar bendungan atau akses jalan menuju pelabuhan.

Pernyataan Presiden di atas diakui oleh Setijadi, Chairman Supply Chain Indonesia (SCI). Setijadi menyebutkan beberapa program, termasuk pembangunan infrastruktur, masih berorientasi hanya terhadap keluaran (output), namun belum terhadap hasil (outcome) dan dampak (impact).

Dalam pembangunan pelabuhan, misalnya, orientasi dan tolok ukur seharusnya tidak hanya hasil fisik pelabuhan, namun juga terhadap volume bongkar-muatnya, bahkan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayahnya.

Oleh karena itu, menurut Setijadi perencanaan program harus dengan pemahaman dan penerapan supply chain management (SCM). Suatu program harus terintegrasi dengan program-program terkait lainnya, baik yang sudah, tengah, atau akan berjalan. Integrasi itu membutuhkan kolaborasi dan sinergi antar pihak.

Pelabuhan, misalnya, membutuhkan infrastruktur pendukung seperti jalan dan rel, listrik, dan air bersih, sehingga harus melibatkan Kementerian PUPR, Kemenhub, Kementerian ESDM, dan lain-lain. Sejumlah perusahaan BUMN dan swasta juga terlibat.

Agar berdampak dan bermanfaat optimal, pembangunan pelabuhan juga harus melibatkan beberapa kementerian terkait produk atau komoditas, seperti Kemenperin, Kementan, dan KKP. Pemda setempat juga harus dilibatkan agar dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing produk atau komoditas, serta pertumbuhan ekonomi wilayahnya.

Kompetensi SCM

Pemahaman dan kompetensi SCM diperlukan dalam perencanaan pembangunan publik maupun pengembangan bisnis, serta peningkatan kinerja kementerian/lembaga dan perusahaan BUMN/swasta.

Sebagai upaya peningkatan kompetensi SDM bidang SCM dan logistik, SCI menyelenggarakan Program e-Training & e-Certification “Supply Chain Management” secara online melalui platform ruanglogistik.id pada 15 Juni-6 Juli 2021. Pada periode itu, diadakan pula topik Transportation Management, Warehouse Management, dan Cold Chain Logistics.

Kepada Jurnal Maritim, Setijadi mengatakan materi program pelatihan di atas mengacu pada Kepmenaker No. 94/2019 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Pengangkutan dan Pergudangan Golongan Pokok Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan Bidang Logistik, sehingga sekaligus sebagai persiapan untuk mengikuti uji sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sejumlah instansi pemerintah dan swasta tercatat sering mengikutsertakan para karyawannya di program pelatihan dan sertifikasi SCM yang digelar SCI, antara lain Kemendag, Kemenhub, Pelindo I & IV, Pelni, Wika, PLN, JNE, dan Linc Group. [AF]

1 COMMENT

Comments are closed.