Home Berita Pelindo III di Medio 2018: Kinerja yang Terus Meningkat, Sinergi Usaha, dan...

Pelindo III di Medio 2018: Kinerja yang Terus Meningkat, Sinergi Usaha, dan Inovasi Bisnis

239
0
SHARE

JMOL. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III pada Kamis (9/8/2018) menggelar jumpa pers tentang kinerja semester pertama tahun 2018. Pelindo III adalah BUMN Kepelabuhanan yang mengelola 43 pelabuhan di 7 propinsi, dan sejumlah anak usaha yang bergerak di usaha inti dan bukan inti jasa kepelabuhanan.

Bertempat di Resto Atjeh Connection Sarinah Jakarta Pusat, Direktur Utama Pelindo III, IGN Askhara Danadiputra yang memimpin jumpa pers, juga menyampaikan perkembangan persero, kerjasama usaha, dan sejumlah inovasi dari Pelindo III.

Dirut Pelindo III menyampaikan bahwa BUMN yang berpusat di Surabaya tersebut sudah menjalin kerjasama bisnis, terdiri atas 46 kerjasama dengan pemerintah dan BUMN, serta 12 kerjasama dengan pihak Swasta.

Dari 5 inovasi bisnis yang disampaikan, yang paling menarik bagi Redaksi adalah “Minicont” alias mini container. Direktur Komersial M Iqbal menyebutkan bahwa MiniCont, yang berukuran 1/3 peti kemas 20 feets dan bisa dilipat, merupakan solusi yang cocok dengan kebutuhan pelanggan Pelindo III, menghemat biaya backlog bagi pelayaran, dan sesuai dengan karakter jalan di Indonesia. Penggunaan Minicont mempermudah bongkar muat, dan overall dapat memangkas biaya logistik hingga 30 persen.

Ship Call Stagnan, Tonase dan Kargo Meningkat

Sampai Juli 2018, jumlah kunjungan kapal mencapai 23.307 unit. Angka ini cenderung stagnan (hanya meningkat 1 persen) jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy). Namun demikian, secara tonase meningkat lumayan sebesar 14 persen yaitu mencapai 98,3 juta GT. Ini menandakan tonase kapal yang bersandar semakin besar.

Sementara total volume bongkar muat mengalami peningkatan pada semua jenis barang/komoditas. Bongkar muat peti kemas tumbuh 6 persen, dari 2,23 juta boks (2,75 TEUs).per Juli 2017 menjadi 2,35 juta boks (2,92 juta TEUs) per Juli 2018 ini. Pendapatan dari bongkar muat peti kemas berkontribusi hingga 60% terhadap pendapatan pada segmen jasa inti kepelabuhan.

“Pendapatan dari layanan peti kemas mencapai Rp 3,24 triliun, terdiri atas peti kemas internasional Rp 2,2 triliun dan domestik Rp1,04 triliun,” papar pria yang biasa dipanggil Ari Askhara.

Ekspansi PEL

Volume kargo LNG mengalami peningkatan tertinggi, yaitu sebesar 42% yoy, dari 3,89 juta MMBTU (Juli 2017) menjadi 5,51 juta MMBTU di Juli tahun ini. Peningkatan tersebut membuat Pelindo III semakin percaya diri berekspansi menggarap pasar layanan bongkar muat energi, yaitu BBM dan LNG.

Menggandeng PT. PP Energi Indonesia, Pelindo III melalui PT. PEL (Pelindo Energi Logistik) akan membangun ‘tank farm’ di Pelabuhan Benoa Bali, Tanjung Perak Surabaya, dan Tanjung Emas Semarang. Sinergi dua BUMN ini diharapkan dapat menekan biaya logistik kargo energi, terutama yang ramah lingkungan seperti LNG. Seremoni kerjasama keduanya ditandatangani pada acara jumpa pers kemarin.

Kinerja Keuangan dan Setoran Pajak Meningkat

Meningkatnya arus kargo di atas disertai upaya efisiensi membuat kinerja keuangan Pelindo III meningkat. Hingga bulan Juli 2018, total pendapatan mencapai Rp. 7, 4 triliun, terdiri atas pendapatan usaha Rp 5,4 triliun (73%) dan pendapatan non usaha Rp 2, 01 triliun (27%).

Kontribusi di atas menunjukkan bahwa pendapatan Pelindo III masih didominasi oleh usaha jasa kepelabuhanan. Walau secara yoy, pendapatan non usaha meningkat sangat tajam.

Laba bersih pada Juli 2018 mencapai Rp 1,8 triliun, meningkat 60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,13 triliun. Sampai Juli 2018, Pelindo III mencatat sudah menyetor pajak sebesar Rp 848 milyar, meningkat hampir 3,5 kali secara yoy. [AS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.