Home Berita Pelabuhan Baru akan dibangun di Ambon, Terintegrasi Industri Perikanan

Pelabuhan Baru akan dibangun di Ambon, Terintegrasi Industri Perikanan

457
0
SHARE

JMOL. Dalam rangka mendukung Provinsi Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional, pengembangan pelabuhan baru di Ambon akan terintegrasi dengan pusat perikanan tangkap. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya kepada Presiden Joko Widodo saat keduanya meninjau Pelabuhan Yos Sudarso di Ambon, Maluku, Kamis (25/3).

Pembangunan pelabuhan baru di Ambon sangat diperlukan mengingat lokasi pelabuhan eksisting saat ini berada di pusat perdagangan, pemukiman dan fasilitas umum perkotaan lainnya, sehingga sulit dikembangkan karena area lahan yang terbatas.

Selain itu, sejumlah kondisi lainnya yang menjadi potensi permasalahan yaitu: terminal cargo dan petikemas eksisting akan mencapai kapasitas maksimum dalam 10-15 tahun, Teluk Ambon sebagai alur pelayaran keluar dan menuju pelabuhan sangat padat, serta Pelabuhan perikanan eksisting yang telah mencapai kapasitas maksimum.

“Maka diperlukan pembangunan Pelabuhan baru, yang terpadu, sebagai pusat industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo dari wilayah Indonesia Timur,” kata Menhub.

Pelabuhan baru yang mengusung konsep pelabuhan yang terintegrasi tersebut nantinya akan memiliki terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro, industri perikanan (TPI dan tempat pengolahan ikan), kawasan industri logistik, terminal LNG dan power plant, dengan panjang total dermaga 1000 meter (ultimate).

Menhub mengatakan konstruksi infrastruktur dasar dari pelabuhan baru ini akan dibiayai APBN. Selanjutnya, untuk pembangunan infrastruktur tambahannya akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pada kunjungannya ke Pelabuhan Yos Sudarso ini, Presiden sempat berdialog dan mendengarkan aspirasi dari para pengusaha ikan di Ambon. Turut mendampingi kunjungan Presiden, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Maluku Murad Ismail. [AF]