Home Berita MV Ever Given Kandas, Terusan Suez Ditutup Sementara

MV Ever Given Kandas, Terusan Suez Ditutup Sementara

618
1
SHARE

JMOL. Otoritas Terusan Suez (SCA) mengumumkan penangguhan navigasi melalui Terusan Suez hingga MV Ever Given dapat diapungkan kembali. Demikian dikutip dari situs SCA pada Kamis 25 Maret 2021.

Pada Selasa 23 Maret 2021 pukul 0740 waktu setempat, Ever Given (9811000) berbendera Panama kandas pada kilometer 151 Terusan Suez bagian selatan. Containership berbobot 200 ribu ton itu bertolak dari Ningbo (China) membawa cargo 20388 TEU dan dijadwalkan tiba di Rotterdam (Belanda) pada 31 Maret 2021.

Ever Given yang memiliki panjang (LOA) 400 meter kandas dengan posisi haluan menabrak tepi kanal dan badan melintang menutup hampir semua lebar kanal di km 151, membuat kanal tersebut tidak dapat dilintasi kapal lainnya. SCA menyebutkan, sebanyak 13 kapal yang terlanjur berangkat dari Port Said, di bagian utara Terusan Suez, sudah diarahkan untuk menunggu di Danau Bitter.

Sampai saat ini SCA masih berusaha menarik Ever Given. Sebanyak 8 unit tug boat dikerahkan, ternasuk BARAKA 1 yang mampu menarik beban hingga 160 ton. Evergreen Marine, pemilik Ever Given, dikabarkan sudah menyewa SMIT, perusahaan jasa salvage. Sebanyak 25 crew yang seluruhnya WN India dikabarkan dalam kondisi sehat. Belum ada laporan tumpahan minyak bahan bakar. Faktor yang menyebabkan deviasi arah kapal juga belum dapat dipastikan.

Tertutupnya Terusan Suez menjadi perhatian dunia karena terusan ini adalah rute tercepat yang menghubungkan Asia-Eropa dan Asia-Amerika (east coast). ICS (International Chamber of Shipping) memperkirakan, sekitar 12% perdagangan global melewati Terusan ini, setara lebih dari satu miliar ton barang setiap tahunnya. Menurut SCA, setiap hari sekitar 50 kapal dari berbagai jenis melintasi Terusan tersebut. Artinya, dalam dua hari lebih sejak Ever Given kandas, telah berdampak terhadap lebih dari 100 kapal lainnya.

Sebagai ilustrasi, pelayaran dari Singapura-Roterdam melalui Terusan Suez berjarak 8440 NM (Nautical Mile), lebih pendek 3280 NM dibanding rute memutari benua Afrika melalui Tanjung Harapan (Cape of Good Hope, CGH) yang berjarak 11720 NM. Melalui Terusan Suez dengan kecepatan 13,5 knot akan membutuhkan 27 hari, sementara melalui CGH 10 hari lebih lama. Namun demikian, pada bulan Mei 2020, biaya berlayar melalui CGH lebih murah dibanding melalui Terusan Suez. Pada saat itu harga bunker VLSFO berada di posisi $252 per MT (di Singapura).

Pada 2017, sebuah kapal kontainer Jepang pernah berhenti karena kerusakan mekanik dan menutup Terusan Suez. Namun saat itu, SCA dapat menariknya dalam hitungan jam. Mungkin karena saat itu penyebabnya bukan karena kandas seperti saat ini. Bisa jadi, opsi rute CGH diambil oleh pihak pelayaran jika tidak ada kepastian keberhasilan operasi salvage terhadap Ever Given. [AF].

1 COMMENT

Comments are closed.