Home Artikel MARPOL, Komitmen Industri Pelayaran Melindungi Laut, Darat, dan Udara

MARPOL, Komitmen Industri Pelayaran Melindungi Laut, Darat, dan Udara

330
0
SHARE

JMOL. The International Convention for the Prevention of Pollution from Ships, atau dikenal dengan MARPOL (Marine pollution) adalah konvensi utama IMO tentang pencegahan pencemaran lingkungan laut oleh kapal. Berisi berbagai peraturan yang bertujuan mencegah dan meminimalkan polusi yang berasal dari kapal, baik yang tidak disengaja maupun akibat dari operasi rutin kapal.

MARPOL pertama kali diadopsi IMO pada 17 Februari 1973, namun kurang mendapat dukungan dari negara-negara anggota. Kemudian, sebagai respon atas maraknya kecelakaan kapal tanker, IMO mengadopsi TSPP (Tanker Safety and Pollution Prevention) pada tahun 1978. Kombinasi kedua regulasi di atas dikenal dengan nama MARPOL 73/78 yang mulai berlaku pada 2 Oktober 1983 hingga sekarang. Indonesia meratifikasi MARPOL melalui Keppres No. 46 Tahun 1986.

Yuridiksi

Yang dimaksud dengan definisi “Ship” dalam MARPOL 73/78 adalah:
“Ship means a vessel of any type whatsoever operating in the marine environment and includes hydrofoil boats, air cushion vehhicles, suvmersibles, ficating Craft and fixed or floating platform”.

Jadi, definisi “Ship” atau “kapal” dalam MARPOL sangatlah luas, mencakup semua jenis bangunan yang beroperasi di laut, baik yang mengapung, melayang atau tertanam di dasar laut.

Struktur MARPOL terdiri atas enam lampiran teknis (annex I – VI), yaitu: Annex I: Pencegahan polusi oleh minyak. Berlaku 2 Oktober 1983; Annex II: Pencegahan polusi zat cair berbahaya (Noxious Substances) dalam bentuk curah. Berlaku 2 Oktober 1983; Annex III: Pencegahan polusi dari zat berbahaya (Hamful Substances) dalam bentuk kemasan. Berlaku mulai 1 Juli 1992; Annex IV: Pencegahan polusi dari air kotor/limbah (sewage) dari kapal. Berlaku mulai 27 September 2003; Annex V: Pencegahan polusi oleh sampah (garbage) dari kapal. Berlaku mulai 31 Desember 1988; Annex VI: Pencegahan polusi udara akibat gas buang mesin kapal. Berlaku mulai 19 Mei 2005.

Annex I dan II bersifat mandatory (wajib), karena merupakan regulasi teknis yang tidak terpisahkan dari dokumen awal MARPOL 73/78 saat pertama kali diadopsi. Annex lainnya (III -VI) bersikap sukarela, dengan waktu berlaku (enter into force) yang juga berbeda-beda sesuai dengan kecukupan syarat dukungan negara anggota. Namun secara keseluruhan, Per 31 Desember 2005, konvensi MARPOL sudah diratifikasi oleh 136 negara, yang mewakili 98% dari total tonase kapal dunia.

MARPOL dan Kapal Tanker

Sejarah MARPOL tidak lepas dari minyak bumi, mesin kapal dan kapal tanker. Sejak ditemukan mnyak bumi di tahun 1880-an, dan dikuti oleh perkembangan mesin kapal, lalu meluasnya perdagangan komoditi minyak (mentah dan produk), dunia menyadari tumbuhnya resiko besar yang mengancam laut. Ditemukannya mesin uap, turbin uap, serta mesin diesel mendorong pertumbuhan kapal tanker mencapai skala ekonomi yang sangat menguntungkan. Ukuran tanker semakin besar dan daya jelajahnya semakin jauh. Namun resiko yang semakin besar mengintai. (bersambung).