Home Berita Ledakan Pelabuhan Beirut, IMDG Code, dan ISPS Code

Ledakan Pelabuhan Beirut, IMDG Code, dan ISPS Code

742
1
SHARE

JMOL. Menurut pemerintah Lebanon, per 6 Agustus 2020, korban ledakan tercatat 135 orang tewas, ribuan terluka, dan 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Dampak ledakan hingga radius 2 mil.

Rekaman drone menunjukkan semua struktur pelabuhan hancur oleh ledakan. Pelabuhan Beirut memiliki sekitar 12 fasilitas penyimpanan, termasuk sebuah gudang khusus untuk barang berbahaya.

Berjarak sekitar 1500 meter dari ledakan, MV Lyra (11k+ TEU) milik CMA CGM, dilaporkan dalam kondisi selamat. Namun kantor CMA CGM rusak berat, dua orang pekerjanya terluka parah, dan satu orang masih dicari. Sejumlah perusahaan pelayaran peti kemas memindahkan operasinya, salah satunya ke Tripoli, Libya.

Sebelas pelaut Filipina yang sebelumnya dikabarkan hilang, telah ditemukan selamat. Mereka berada di kapal pesiar MV Orient Queen, yang berlabuh hanya 400-an meter dari lokasi ledakan.

Menurut Lloyd’s List, selain MV Lyra dan MV Orient Queen, ada lima kapal lainnya di pelabuhan pada saat ledakan. Yaitu Mero Star dan Raouf-H (general cargo), Jouri dan City of Roma (car carrer), dan Tramontane (DPS tug).

Mengutip situs webnya, pada Rabu 5 Agustus 2020, Presiden Lebanon Michel Aoun menyatakan keadaan darurat selama dua minggu dan menugaskan komisi penyelidikan untuk mengungkap penyebab bencana ledakan di Pelabuhan Beirut tersebut dan (untuk memastikan) hukuman maksimal terhadap yang bertanggung jawab.

Penanganan terhadap sekitar 2700 ton cargo amonium nitrat, yang sudah tersimpan selama 6 tahun di gudang pelabuhan, hampir pasti sebagai penyebab ledakan. Bahan baku pupuk dan bom tersebut awalnya merupakan cargo MV Rhosus yang berkasus dan kemudian dipindahkan ke gudang pelabuhan pada tahun 2014. berada Jika benar demikian, maka bagi komunitas maritim global, ledakan pada 4 Agustus 2020 sore itu merupakan peristiwa kecelakaan ketiga yang melibatkan cargo amonium nitrat.

Pelabuhan Texas, 1947

Yang pertama pada 16 April 1947 pagi. Sebanyak 2.300 ton amonium nitrat yang baru saja dimuat di kapal SS Grandcamp, terbakar dan meledak dahsyat. Saat itu, kapal masih dalam posisi sandar di pelabuhan Texas City, di Teluk Galveston. Kebakaran dan ledakan di kapal Perancis itu memicu kebakaran dan ledakan di kapal lain dan fasilitas penyimpanan minyak terdekat.

Investigasi mengungkapkan bahwa cargo amonium nitrat sudah diproduksi dan dikemas dalam karung secara aman, namun diangkut (dengan kereta) dan disimpan pada suhu yang lebih tinggi, sehingga memicu peningkatkan aktivitas kimiawinya. Para pekerja bongkar muat melaporkan bahwa karung kemasan amonium nitrat tersebut terasa hangat saat disentuh. Peristiwa yang menewaskan sedikitnya 581 orang tersebut tercatat menjadi salah satu kecelakaan industri yang paling mematikan dalam sejarah AS.

Pelabuhan Tianjin, 2015

Lima tahun yang lalu, tepatnya 12 Agustus 2015 di Pelabuhan Tianjin, China, terjadi serangkaian ledakan, menewaskan 173 orang dan melukai ratusan lainnya di sebuah fasilitas penyimpanan kontainer di Pelabuhan tersebut. Penyebabnya, 800 Ton Amonium Nitrat di dalam peti kemas terpapar sinar matahari selama berhari-hari.

Dua ledakan pertama terjadi dalam selang 30 detik dan menyebabkan kebakaran yang tidak terkendali sepanjang akhir pekan, serta memicu delapan ledakan tambahan pada 15 Agustus. Dari 173 korban jiwa, 104 adalah petugas pemadam kebakaran.

Investigasi selama 7 bulan menyimpulkan ledakan awal terjadi karena overheat pada kontainer yang berisi cargo nitroselulosa. Kemudian meledakkan 800 ton amonium nitrat dan 700 ton natrium sianida, bersama dengan puluhan zat kimia lainnya.

Pemerintah China menjatuhkan hukuman penjara kepada 49 pejabat pemerintah, manajemen gudang, dan staf karena melanggar aturan keselamatan,  dan sehingga menciptakan bencana.

Ketiga peristiwa di atas memberi bukti masih terjadinya  kecerobohan, kelalaian, dan ketidaktahuan dalam menangani cargo berbahaya. IMDG Code (The International Maritime Dangerous Goods Code) dan ISPS Code akan dibahas berikutnya. [AS]

1 COMMENT

Comments are closed.