Home Berita Launching “PERTAMINA PRIME”, Pertamina Kini Kembali Operasikan Tanker VLCC

Launching “PERTAMINA PRIME”, Pertamina Kini Kembali Operasikan Tanker VLCC

1206
0
SHARE

JMOL. Pertamina melalui subholding Shipping PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan launching kapal tanker VLCC (Very Large Crude Carrier) berkapasitas 2,04 juta barel pada 19 Januari 2021, di Kumamoto, Jepang. Demikian siaran pers dari Pertamina yang diterima redaksi.

Tanker raksasa yang diberi nama “PERTAMINA PRIME” itu dibangun di Galangan Japan Marine United (JMU)  sejak tahun 2018. Serah terima kapal dari JMU ke PIS dijadwalkan pada 30 Maret 2021.

“PERTAMINA PRIME” merupakan kapal kedua tipe VLCC milik PIS. Sebelumnya, kapal pertama “PERTAMINA PRIDE” diluncurkan pada 29 November 2020 dan akan serah terima pada 9 Februari 2021. Kedua VLCC tersebut masing-masing memiliki kapasitas angkut minyak mentah sebanyak 324,995 m3 (95% capacity) atau sekitar 2.04 juta barrel. Merupakan crude oil tanker jenis single screw driven dan single deck.  Panjang keseluruhan (LOA) 330 meter dan depth 29.35 meter.

Baca: Mengenal Oil Tanker dan Chemical Tanker

Direktur Utama PIS, Erry Widiastono mengatakan kedua tanker kembar ini disiapkan untuk mendukung pengamanan feedstock kilang pertamina di Cilacap. Sesuai tugas PIS sebagai supporting supply chain distribusi untuk pengangkutan kargo impor Pertamina dengan skema FOB atau Free On Board.

“Kehadiran VLCC ini untuk menjawab tantangan bisnis Pertamina yang semakin tinggi dengan selalu mematuhi persyaratan regulasi pelayaran Internasional. Kami bersama-sama dengan perusahaan pelayaran nasional di Indonesia berkomitmen untuk selalu meningkatkan sinergi dalam menjamin kelancaran distribusi BBM nasional” ujar Erry.

Eco-Green Tanker

PERTAMINA PRIME memiliki jaminan kecepatan trial sebesar 16.9 knot yang diperoleh dari keunggulan desain kapal yang menggunakan teknologi Super Stream Duct. Memenuhi persyaratan terminal modern di dunia dan regulasi internasional antara lain IMO Annex VI Tier III untuk pembatasan emisi gas buang Sulphur Oxide (SOx) dan Nitrogen Oxide (NOx).

VLCC ini juga lebih efisien dalam penggunaan bahan bahan bakar karena penerapan konsep Eco-Green vessel (lower operation cost berbasis desain). Fuel oil consumption (FOC) nya sebesar 68.2 MT/Day pada kecepatan 15.5 knot atau lebih irit sebesar 25% dibanding kapal sejenis.

Tanpa menyebutkan besarannya, pihak PIS mengatakan biaya pembangunan dua VLCC tersebut berasal dari equity perusahaan dan external loan. Namun, berdasarkan data dari Euronav, biaya pembangunan sebuah VLCC berkisar antara 100 hingga 160 juta dollar AS. Sehingga diperkirakan dibutuhkan sekitar 300 juta dolar AS untuk membangun dua tanker tersebut. VLCC lumayan populer di bisnis tanker dunia. Per April 2020, ada sebanyak 810 unit VLCC di seluruh dunia (statista.com).

Pertamina Prime dan Pertamina Pride ini akan menjadi kapal ke-62 dan ke- 63 dari 192 kapal yang dimiliki dan dioperasikan Pertamina, baik untuk mengangkut minyak dan gas di dalam negeri maupun dari luar negeri. Keduanya juga menjadi kapal milik Pertamina yang terbesar, menggantikan VLGC Pertamina Gas 1 dan Pertamina Gas 2 yang sudah beroperasi sejak tahun 2014.

Sebelumnya pada tahun 2002 Pertamina pernah memiliki dua unit VLCC buatan Hyundai Heavy Industries (Korea Selatan). Namun, dengan alasan kesulitan likuiditas, keduanya dijual pada tahun 2004. [AF]