Home Berita Lagi, 375 WNI ABK Kapal Pesiar Asing Tiba di Tanah Air

Lagi, 375 WNI ABK Kapal Pesiar Asing Tiba di Tanah Air

432
0
SHARE

JMOL. Setelah sebelumnya memfasilitasi pemulangan Anak Buah Kapal (ABK) dari MV. Artania dan MV Dream Explorer, Kemenhub Cq. Ditjen Hubla dan Gugus Tugas Covid-19 Nasional kembali memfasilitasi pemulangan ABK MV. Carnival Spendor melalui Pelabuhan Tanjung Priok (30/4).

Kapal pesiar dengan home base di Australia ini mengangkut sebanyak 375 (tiga ratus tujuh puluh lima) Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai kru di kapal tersebut. Mereka terdiri atas 348 orang laki-laki dan 27 orang perempuan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain 190 orang berasal dari Bali, 83 orang dari Yogyakarta, 59 orang dari Surabaya, 42 orang dari Jakarta, dan 1 orang dari Makassar.

Baca: 359 WNI ABK “MV Explorer Dream” Tiba Di Tanjung Priok

“Sebanyak 375 orang dari MV Carnival Splendor hari ini mendarat di dermaga JICT, menggunakan 4 (empat) unit Sea Rider, untuk kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai protokol penanganan Covid-19 yang dikeluarkan WHO,” kata Capt Wisnu Handoko, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Dirjen Hubla.

Hasil rapid test kepada ke-375 ABK tersebut negatif, namun sesuai protokol, mereka harus tetap menjalankan karantina atau isolasi mandiri. Pihak Ditjen Hubla menyediakan 14 (empat belas) unit bus untuk mengangkut para ABK tersebut ke lokasi karantina yang telah disediakan oleh pihak Principal,
dengan pengawasan dari petugas Kesehatan dan personil keamanan dari TNI/POLRI. Selesai karantina, para ABK akan kembali menjalankan test Covid-19 dan dijinkan pulang ke daerah asal masing-masing jika hasilnya negatif.

Ribuan Pelaut

Menurut data Ditjen Hubla, total tercatat lebih dari 20.000 orang Pelaut WNI yang bekerja di 154 kapal pesiar di seluruh dunia. Darinya, sebanyak 20 unit kapal pesiar yang berencana melakukan repatriasi 2.400 orang melalui jalur laut. Tiga lokasi debarkasi yang dipersiapkan adalah Pelabuhan Batam, Pelabuhan Benoa, serta Pelabuhan Tanjung Priok.

Pemerintah telah membentuk Organisasi Tugas Satgas Bersama Repatriasi ABK/PMI Kapal Pesiar yang terdiri dari instansi dan Kementerian terkait, antara lain pihak Principal/Agen, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemenko Marvest, Kementerian Keuangan, TNI dan POLRI, serta Pemerintah Daerah terkait. [AF]