Home Berita Kemenko Maritim Gelar Lokakarya UNCLOS 1982

Kemenko Maritim Gelar Lokakarya UNCLOS 1982

152
0
SHARE

JMOL. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jerman dan Max Planck Foundation, menggelar Lokakarya hukum laut internasional pada 4 Desember 2019 di Jakarta.

Acara tersebut merupakan salah satu upaya memperoleh masukan dari berbagai kalangan, guna menyelaraskan berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan Indonesia terkait dengan kemaritiman dan hukum internasional.

“Khususnya UNCLOS 1982 dan penerapan yurisprudensinya. Masih banyak pekerjaan rumah bagi Indonesia dalam penetapan perbatasan dan zona-zona maritim,” kata Ayodhia G.L. Kalake, Asisten Deputi Delimitasi Zona Maritim Kemenko Marves.

Lokakarya dihadiri civitas akademika yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum dan Hubungan Internasional dari beberapa Universitas di Indonesia. Peserta secara aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber terkait penerapan pasal-pasal yang terdapat dalam UNCLOS, dan beberapa kasus yang sedang dihadapi Indonesia.

“Dalma 5 Tahun terakhir ini, terdapat berbagai perkembangan hukum laut internasional yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan geopolitik di kawasan. Kelahiran berbagai inisiatif maritim regional mendorong setiap negara harus memahami betul hak dan kewajibannya dalam hukum internasional, agar tidak terjebak dalam perdebatan yang saling menegasikan inisiatif lainnya,” ujar Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Ekonomi Maritim, Sugeng Santoso, saat membuka lokakarya.

Sehari sebelumnya, Kemenko Marves juga menggelar diskusi tingkat tinggi untuk membahas berbagai perkembangan hukum laut di kawasan. Diskusi ini dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno, yang juga merupakan pakar dan praktisi di bidang hukum laut. Tema yang dibahas pada pertemuan ini antara lain beberapa isu penting bagi Indonesia, seperti kegiatan militer asing di perairan Indonesia dan penyelesaian perbatasan maritim.

Kemenko Marves juga mengundang Prof Rüdiger Wolfrum seorang mantan hakim ITLOS periode 1996-2017, presiden ITLOS pada tahun 2005-2008, serta arbiter pada sengketa Laut China Selatan. Hadir juga pakar hukum laut internasional dari Max Planck Foundation, yaitu Dr. Imogen Canavan dan Dr. Pierandrea Leucci yang membahas berbagai permasalahan hukum laut seperti aktivitas militer di laut, perbedaan antara islands dan rocks dan penyelesaian pencemaran laut antarnegara. [AS]