Home Berita Kemenhub Dukung Optimalisasi Layanan “Ship- To-Ship” di Pulau Nipa

Kemenhub Dukung Optimalisasi Layanan “Ship- To-Ship” di Pulau Nipa

582
0
SHARE

JMOL. Kemenhub mendukung peningkatan pelayanan Ship To Ship (STS) atau alih muat barang dari kapal ke kapal, di Pulau Nipa agar mampu bersaing dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan ke Pulau Nipa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (1/5). Turut hadir mendampingi, Dirjen Perhubungan Laut Agus .H Purnomo, Direktur Kepelabuhan Subagyo.

“STS sudah menjadi suatu bisnis yang luar biasa di negara Singapura dan di Malaysia. Untuk itu kami akan mengoptimalkan layanan ini, salah satunya yaitu melalui menyelaraskan tarif sehingga bisa bersaing dengan kedua negara tetangga tersebut”, kata Menhub.

Menhub mengatakan, upaya peningkatan layanan kegiatan STS sudah tertuang di dalam Permenhub yang telah disesuaikan dengan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) sebagaimana arahan Presiden untuk menciptakan daya saing.

“Harapannya, yang tadinya hanya 3 hingga 7 kapal yang datang, setelah kita optimalkan layanannya baik dari aspek kemudahan pelayanan, keselamatan dan keamanan, serta pentarifan, akan memberikan nilai kompetitif. Sehingga kapal yang datang bisa bertambah menjadi 21 atau 35, atau bahkan 50 kapal. Daya saing ini harus kita ciptakan,” ucap Menhub.

Ke depannya, Menhub berharap Kepulauan Riau menjadi daerah terdepan dalam pelayanan kegiatan STS karena lokasinya sebagai pulau terluar, sangat strategis, yang memungkinkan disinggahi kapal-kapal dari negara lain. Menhub mengatakan pihaknya akan menugaskan orang-orang yang terbaik dan memiliki pengalaman internasional. Selain itu, juga diperlukan adanya dukungan Pemerintah Daerah.

Kemenhub berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas, efisiensi pengelolaan serta optimalisasi jasa kepelabuhanan termasuk di dalamnya upaya meningkatkan pendapatan negara melalui pendapatan konsesi sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mendukung langkah Menhub. Ia mengatakan akan melakukan pendekatan yang lebih sistematis agar perizinan dapat lebih cepat dan lebih baik. Dengan demikian akan membuat pelaku/badan usaha dapat meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya kepada pengguna jasa.

NTAA

Adapun yang dimaksud lokasi STS di pulau Nipa adalah Nipa Transit & Anchorage Area (NTAA). Luasnya sekitar 72 NM persegi, dikelilingi Singapura dan Johor di utara, Batam di timur dan selatan, serta Pulau Karimun di sebelah barat. Kedalaman air bervariasi dari 17 hingga 31 meter. Airnya jernih dengan jarak pandang bawah air yang bagus untuk mendukung operasi penyelaman.

STS merupakan salah satu dari kegiatan kepelabuhanan yaitu Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan Pada Terminal Alih Muat Barang (Ship To Ship Transfer), yang telah diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 15 Tahun 2015 tentang Konsesi dan Bentuk Kerjasama Lainnya Antara Pemerintah Dengan BUP Di Bidang Kepelabuhanan.

Selain STS, di pulau Nipa juga tersedia layanan Pembersihan tangki dan pengelolaan sampah, Pemanduan, Terminal terapung (floating storage & offloading/FSO), Pengisian bahan bakar kapal (bunkering), dan Berlabuh jangkar (anchorage). [AF]