Home Berita Jelang IMO 2020, MEPC Masih Kaji Dampak Limbah Open Loop Scrubber

Jelang IMO 2020, MEPC Masih Kaji Dampak Limbah Open Loop Scrubber

641
0
SHARE

JMOL. Era #IMO2020 dalam hitungan hari. Mulai 1 Januari 2020, IMO melarang penggunaan bahan bakar kapal berkadar sulfur (belerang) lebih dari 0,5 persen (w/w), yang disebut High Sulphur Fuel Oil (HSFO). Kapal wajib menggunakan Low Sulphur Fuel Oil (LSFO) yang berkadar sulfur kurang dari 0,5 %, atau memasang scrubber (semacam equipment penyaring gas buang) jika ingin tetap menggunakan HSFO.

Per Desember 2019, tercatat ada 3756 unit kapal menggunakan scrubbers (DNVGL). Menurut EGCSA (The Exhaust Gas Cleaning System Association), ada 4000 kapal yang menggunakan scrubbers. Tak jauh berbeda. Sementara ada sekitar 93 ribu kapal yang beroperasi di seluruh dunia (UNCTAD 2017). Artinya, sekitar 90 ribu kapal akan gunakan LSFO yang harganya lebih mahal, dan belum tentu tersedia cukup. Di sisi lain, bahan bakar kapal jenis HSFO akan oversupply dan turun harganya.

Namun, scrubbers menimbulkan masalah baru. Scrubber jenis open loop membuang air bilasan/cucian (washwater) ke laut. Washwater dinilai berbahaya bagi kehidupan biota laut dan bahkan manusia. Scrubber jenis closed loop lebih aman, karena menyimpan air bilasan di dalam sebuah tanki sebelum dibuang di reception facility (RF). Faktor harga dan biaya menjadi pertimbangan pemilik kapal (lihat tabel).

Menurut International Council on Clean Transportation (ICCT), pada scrubber open loop, setiap ton HSFO yang dibakar akan menghasilkan 45 ton air cucian yang acidic (berasam), hangat, dan terkontaminasi zat karsinogen seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dan logam berat. Padahal, menurut DNVGL, 80 persen dari 3756 kapal berscrubber memilih jenis open loop.

Bagaimana IMO mengatasi washwater scrubber ini?. Sejumlah negara anggota IMO sudah bersikap. UAE (Uni Emirat Arab) melarang kapal dengan scrubber open loop untuk bersandar. China mengeluarkan larangan pembuangan washwater scrubber di perairan teritorialnya. Jerman, AS, Belgia, Irlandia, Norwegia, Singapura, Malaysia juga sudah mengeluarkan larangan serupa. Sikap China dan Singapura yang paling signifikan karena banyak kapal yang berlayar ke pelabuhan di kedua negara tersebut.

Atas usul Uni Eropa, bulan Mei 2019 MEPC IMO menugaskan sebuah tim melakukan assesment atas dampak washwater scrubber terhadap lingkungan. Hasilnya akan diumumkan Februari 2020. Mari kita tunggu. [AS]