Home Berita Jalur Laut China – RI, Rendah Potensi Penyebaran Virus Corona

Jalur Laut China – RI, Rendah Potensi Penyebaran Virus Corona

1439
0
SHARE

JMOL. Keputusan Pemerintah RI untuk tidak menutup lalu lintas barang melalui laut, khususnya dari dan ke China daratan, dinilai cukup tepat oleh Dr. Saut Gurning, Dosen Bisnis Maritim pada Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS.

Potensi terjangkitnya dan penyebaran virus Corona ke sejumlah pelabuhan utama internasional di Indonesia terbilang relatif rendah. Menurut Saut, kapal dari China setidaknya akan transit di 3-5 pelabuhan di luar Indonesia, sebelum bersandar (call) di pelabuhan Indonesia, dengan total waktu tempuh 7-14 hari dari wilayah China. (Lihat infografis).

Wilayah Potensi Daerah Beresiko Terjangkit 2019-nCoV Lewat Laut (Saut Gurning)

Selain itu, Berbeda dengan kapal penumpang, manajemen krisis pada kapal barang jauh lebih baik karena Nakhoda hanya mengendalikan awak kapal yang jumlahnya sedikit dan sudah terlatih.

Kunjungan kapal dari China ke Indonesia memang cukup banyak. Di Tanjung Priok saja, sepanjang tahun 2019 lalu melayani 422 unit kapal (asal China) dengan total ABK sebanyak 9.781 orang. Pada tahun 2020 ini hingga 26 Januari 2020, Tanjung Priok sudah disandari oleh 35 unit kapal dari China, dengan total 738 orang awak kapal.

Baca: Sejumlah Pelabuhan di Indonesia Perketat Pemeriksaan Kapal Asal China

Hingga saat ini, termasuk di Tanjung Priok, belum ada laporan terjangkitnya virus Corona oleh awak kapal domestik dan internasional di Indonesia, termasuk oleh personil yang terlibat langsung dengan kegiatan di pelabuhan nasional. Walau demikian kewaspadaan atau mitigasi tertentu perlu tetap dilakukan. [AF]