Home Artikel IMO2020: Kapal dengan Scrubber Open Loop dilarang di 16 Negara

IMO2020: Kapal dengan Scrubber Open Loop dilarang di 16 Negara

210
0
SHARE

JMOL. Penggunaan Sistem pembersihan gas buang (EGCS), lebih umum disebut scrubber, untuk memenuhi IMO2020, disikapi secara beragam oleh stakeholder pelayaran terutama pelabuhan dan otoritas perairan. Sikap ini terutama terhadap scrubber jenis open loop dimana air cucian (wash water) dibuang di laut. Dengan alasan dapat mencemari lingkungan perairan, sejumlah negara melarang pembuangan air pencuci scrubber di perairan pelabuhan mereka.

Baca: Lebih dari 3000 Kapal Dipastikan Gunakan Scrubber

North, sebuah perusahaan asuransi pelayaran terkemuka di dunia, menyusun tabel yang merangkum kebijakan pelabuhan di sejumlah negara terhadap air cucian scrubber. Tabel tersebut dimaksudkan menjadi panduan awal bagi pihak pelayaran dalam merencanakan operasi mereka.

Dari 20 negara yang diteliti, sebanyak 16 negara secara tegas melarang pembuangan air cucian scrubber di seluruh pelabuhannya. Hanya 3 negara yang memperbolehkan. 3 negara melarang secara terbatas (restricted), 2 negara memperbolehkan dengan kondisional. Sisanya (2 negara) masih terdapat ketidakpastian aturan. Indonesia tidak termasuk dalam 26 negara yang diteliti. Lihat tabel di sini.

Australia, negara tetangga di selatan Indonesia, memperbolehkan kapal dengan scrubber open loop namun dengan syarat memperlihatkan dokumen hasil pengujian terhadap air cucian scrubber. Melalui AMSA Marine Notice 05/2019, pengujian kualitas air pencuci harus dilakukan saat commissioning EGCS dan diulang setiap dua belas bulan, minimal, untuk jangka waktu dua tahun. Setiap kapal wajib memperlihatkan dokumen tersebut sebelum tiba di pelabuhan Australia.

Di ASEAN, Pelabuhan Singapura menerapkan Larangan penggunaan scrubber jenis loop terbuka sejak 1 Januari 2020. Seluruh pelabuhan di Malaysia melarang penggunaan scrubber loop terbuka dalam jarak 12 mil laut dari darat. Melalui Malaysia Shipping Notice MSN 07/2019, hanya kapal dengan scrubber jenis closed loop atau menggunakan LSFO (bahan bakal rendah sulfur) yang diperbolehkan bersandar di seluruh pelabuhannya.

Bagaimana dengan Indonesia?
Walau tidak secara khusus mengeluarkan regulasi domestik, kebijakan yang diambil Indonesia mirip dengan Australia. Artinya, pembuangan air cucian scrubber diperbolehkan selama mengacu pada resolusi MEPC 307(73) yang diterbitkan Komisi Perlindungan Lingkungan Laut IMO (MEPC), dimana salah satunya mensyaratkan kandungan kadar sulfur maksimal sebesar 15 ppm. [AF]