Home Artikel IMO Rilis Panduan “Just In Time Arrival” untuk Pelayaran Cerdas dan Efisien

IMO Rilis Panduan “Just In Time Arrival” untuk Pelayaran Cerdas dan Efisien

264
1
SHARE

JMOL. Organisasi Maritim Internasional (IMO) baru-baru ini mendorong penggunaan konsep “Just In Time Arrival”. Melalui JIT Arrival Guide, yang berisi panduan praktis tentang bagaimana memfasilitasi kedatangan kapal agar tepat waktu dengan kesiapan layanan pelabuhan.

Panduan ini dikembangkan oleh Global Industry Alliance (GIA) untuk mendukung sektor pelayaran yang rendah karbon (The Low Carbon GIA). The Low Carbon GIA merupakan bagian dari Proyek IMO-Norway GreenVoyage2050.

Isi panduan JIT Arrival merupakan kompilasi dari penelitian dan diskusi yang melibatkan hampir 50 institusi stakeholder di pelabuhan dan pelayaran, yang dikoordinasikan oleh Low Carbon GIA. Diharapkan, implementasi JIT Arrivals dapat memberi dampak lingkungan yang signifikan berupa pengurangan emisi GRK, melalui optimalisasi kerja mesin/propulsi.

Konsep JIT Arrival sederhana, yaitu optimalisasi kecepatan operasi kapal dan kesiapan layanan pelabuhan (dermaga; fairway; jasa maritim). Maksudnya, bagaimana memastikan kesiapan layanan pelabuhan pada saat kapal tiba di titik labuh jangkar. Dalam pelayaran istilah ini disebut Requested Time of Arrival at the Pilot Boarding Place (RTA PBP).

Untuk diketahui, secara rata-rata kapal menghabiskan hingga 9% dari waktunya untuk labuh jangkar, menunggu kesiapan dermaga dan dijemput oleh petugas pandu. Lamanya bisa 1 hingga 3 hari. Bahkan ada yang hingga 1 minggu. Lamanya Time of anchorage berbanding lurus dengan besarnya konsumsi BBM kapal.

Dengan menerapkan JIT Arrival, selain kapal bisa lebih hemat mengatur kecepatan operasinya, lamanya durasi waktu labuh jangkar (time of anchorage) juga dapat direduksi. Semakin singkat waktu dan semakin sedikit kapal yang berlabuh jangkar, maka semakin rendah kongesti di perairan pelabuhan. Dus, semakin safety.

Baca Lebih Lanjut Just In Time Arrival Guide di sini

JIT Arrival Guide akan mendatangkan manfaat bagi banyak pihak, antara lain pemilik dan operator kapal, penyewa kapal, agen kapal, otoritas pelabuhan, terminal, penyedia layanan jasa maritim. Namun, seluruh aktor tersebut harus mau bekerjasama dalam mewujudkan JIT Arrival. [AF]