Home Berita IMO Gelar Proyek SWiFT, Ajak Negara-negara Berpartisipasi

IMO Gelar Proyek SWiFT, Ajak Negara-negara Berpartisipasi

172
1
SHARE

JMOL. IMO mengundang negara-negara anggotanya untuk berpartisipasi dalam proyek SWiFT (Single Window for Facilitation of Trade). Diprioritaskan bagi negara dengan pelabuhan skala menengah (medium-sized port).

Proyek SWiFT adalah proyek pengembangan sistem yang memungkinkan terselenggaranya pertukaran data secara elektronik antara pihak kapal dan pihak pelabuhan. Data tentang kapal dan muatan, yang dibutuhkan oleh berbagai instansi pemerintah di darat, dikirim melalui suatu portal, secara elektronik. SWiFT mengadopsi konsep Maritime Single Window (MSW) untuk menghindari duplikasi data. Elemen data hanya boleh dikirimkan satu kali, secara elektronik melalui satu titik masuk, ke badan pengatur terkait dan pihak lain.

Dalam perdagangan internasional, untuk memperoleh ijin (ship clearance) pihak pelayaran harus mengirimkan sejumlah besar dokumen ke pelabuhan dan otoritas terkait di negara tujuan. Dokumen-dokumen tersebut sering kali harus diserahkan ke beberapa lembaga yang berbeda, melalui sistem dan format yang berbeda-beda serta terkadang terjadi duplikasi. Cara manual ini tidak efisien dari aspek biaya dan beban kerja baik bagi pemerintah dan komunitas bisnis, serta menjadi salah satu faktor penghambat perdagangan internasional (ekspor-impor), khususnya bagi negara berkembang.

Upaya untuk menciptakan standar dokumen pelayaran sudah dimulai lama dan disepakati dalam konvensi Facilitation of International
Maritime Traffic (FAL Convention) pada tahun 1967. Namun penggunaan Electronic Data Exchange dan MSW baru diberlakukan sejak 19 April 2019.

Proyek SWiFT merupakan kerjasama IMO dan Singapura, yang sukses menerapkan [email protected]™. Di bawah pilot project SWiFT, negara yang terpilih akan diberi tahu tentang kebutuhan regulasi, kebijakan, dan kelembagaan yang diperlukan untuk sistem MSW. Pelabuhan terpilih akan dilengkapi dengan perangkat lunak MSW, perangkat keras dan / atau layanan, yang dikonfigurasi sesuai kebutuhan negaranya, termasuk pemberian pelatihan bagi SDM.

Negara-negara anggota IMO, terutama negara berkembang yang teridentifikasi memiliki pelabuhan berskala menengah, diharapkan dapat menyampaikan minat mereka sebelum 30 April 2021. Proyek SWiFT diharapkan sudah bisa dimulai pada 15 Juni 2021. Informasi lebih lanjut dapat dilihat IMO Circular Letter No.4391 [AS]