Home Berita Diplomasi Maritim 2021: Kemenlu Gencarkan Perundingan Batas Maritim 5 Negara

Diplomasi Maritim 2021: Kemenlu Gencarkan Perundingan Batas Maritim 5 Negara

1012
0
SHARE

JMOL. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi membacakan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri tahun 2021 dalam jumpa pers secara virtual pada Rabu (6/1/2021). Terdapat 5 (lima) hal yang menjadi prioritas kebijakan luar negeri Indonesia selama tahun 2021.

Baca: Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri tahun 2021

Pada prioritas yang ke-5, yaitu diplomasi untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah, menlu Retno menyebutkan Indonesia akan meningkatkan intensitas perundingan perbatasan maritim antara Indonesia dengan 5 (lima) negara tetangga, sebagai kelanjutan dari perundingan-perundingan sebelumnya. Untuk diketahui, dalam 1 tahun terakhir, Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), telah melakukan perundingan batas maritim (termasuk secara virtual) dengan Vietnam, Malaysia, dan Palau sebanyak 7 kali.

Pada tahun 2021 ini, intensitas perundingan batas maritim antara Indonesia dengan 5 negara tetangga akan ditingkatkan, yaitu dengan Malaysia, Vietnam, Palau, Filipina, dan Timor Leste.

RI – Malaysia. Indonesia akan memformalkan hasil perundingan batas laut teritorial di segmen Laut Sulawesi dan segmen Selat Malaka bagian selatan. Selanjutnya akan memulai proses perundingan untuk segmen-segmen lainnya khususnya untuk batas ZEE. Untuk perbatasan darat, Indonesia berharap dapat menyelesaikan demarkasi Outstanding Boundary Problems (OBP) sektor Timur termasuk di Pulau Sebatik.

RI – Vietnam. Kedua negara akan melanjutkan perundingan ZEE yang tertunda karena pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020.

Baca: Sekilas Batas ZEE RI – Vietnam

RI- Palau. Indonesia akan memfinalisasi kesepakatan parsial untuk batas ZEE kedua negara pada segmen tertentu yang sebelumnya sudah dicapai pada perundingan 2019-2020

Baca: Indonesia Ajukan Klaim Landas Kontinen Ekstensi Seluas Negara Inggris di Utara Papua

RI – Filipina. Perundingan batas ZEE dengan Filipina sudah tuntas pada tahun 2014. Pada tahun 2021 ini kedua negara akan memulai perundingan batas landas kontinen. Keduanya sepakat bahwa garis landas kontinen dan ZEE adalah dua rejim yang berbeda.

Baca: Landas Kontinen dan Landas Kontinen Ekstensi dalam UNCLOS 1982

RI – Timor Leste. Pada tahun ini, Indonesia dan Timor Leste akan menyelesaikan sisa 2 (dua) Unresolved Segments sesuai dengan “Agreed Principles” yang telah disepakati pada tahun 2019. Perundingan batas laut akan dimulai setelah perbatasan darat tersebut tuntas.

Secara khusus, Menlu Retno menekankan satu prinsip terkait hak kedaulatan dan hak berdaulat di perairan Indonesia, bahwa klaim apapun oleh pihak manapun harus sesuai dengan hukum internasional termasuk UNCLOS 1982.

‘Indonesia akan terus menolak klaim yang tidak memiliki dasar hukum”, kata Menlu.

Untuk diketahui, Indonesia memiliki perbatasan maritim secara langsung dengan 10 negara yaitu: Malaysia, Singapura, Thailand, India, Philipina, Vietnam, Papua Nugini, Australia, Palau dan Timor Leste. Batas-batas laut Indonesia dengan Negara tetangga meliputi: batas laut wilayah (Territorial Sea), Batas laut ZEE dan landas kontinen. [AS]