Home Berita CTCorp cs Lolos Pra Kualifikasi Calon Operator Pelabuhan Patimban

CTCorp cs Lolos Pra Kualifikasi Calon Operator Pelabuhan Patimban

502
0
SHARE

JMOL. Kementerian Perhubungan mengumumkan “Konsorsium Patimban” sebagai satu-satunya peserta yang lolos seleksi tahap Pra Prakualifikasi dalam lelang operator pelabuhan Patimban. Konsorsium Patimban terdiri dari PT CTCorp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya.

Lelang operator proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dengan didampingi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Hasil evaluasi dari panitia pengadaan telah disampaikan kepada Dirjen Perhubungan Laut selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk diproses lebih lanjut,” ucap Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Selasa (20/10).

Lelang dibuka pada 30 September 2020. Di akhir masa pendaftaran pada 14 Oktober 2020, ada 10 perusahaan yang mengambil dokumen lelang. Darinya, sebanyak lima peserta yang mengembalikan, terdiri dari tiga perusahaan konsorsium, dan dua perusahaan tunggal.

Kelima peserta tersebut kemudian dinilai berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain kemampuan finansial, minimal aset bersih (net asset), kepemilikan izin badan usaha pelabuhan, serta pengalaman pengelolaan proyek terminal peti kemas dengan kapasitas minimum tertentu.

“Hanya satu konsorsium yang memenuhi semua kriteria yang ditetapkan,” ucap Adita. 

Baca: Patimban Tahap I Beroperasi November 2020

Sesuai dengan Peraturan Lembaga LKPP Nomor 29/2018, proses lelang tetap dapat dilanjutkan meskipun hanya ada satu peserta yang lolos pra kualifikasi.

Jika terpilih, “Konsorsium Patimban” akan bersaing dengan PT Pelindo 2 (persero) yang mengoperatori Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca: Rebutan Hinterland Patimban vs Priok

Keberadaan dua pelabuhan besar yang berdekatan ini memang berkonsekuensi pada perebutan cargo. Semoga yang akan terjadi adalah persaingan sehat yang menguntungkan pengguna, bukan menjadi saling mematikan. [AF]