Home Berita ASDP Buka Tiga Rute “Long Distance Ferry” dari Pelabuhan Patimban

ASDP Buka Tiga Rute “Long Distance Ferry” dari Pelabuhan Patimban

919
1
SHARE

JMOL. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) meluncurkan layanan penyeberangan ferry jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF) dari Pelabuhan Patimban ke sejumlah rute di Indonesia (10/1).

Ada 3 (tiga) rute LDF yang disediakan oleh ASDP, yaitu: (1) Patimban-Panjang, berjarak 210 mil dengan waktu tempuh 19 jam dan dilayani oleh KMP Ferrindo 5. (2) Patimban-Pontianak, berjarak 420 mil dengan estimasi waktu tempuh 38 jam. (3) Patimban-Banjarmasin, sejauh 444 mil dengan estimasi waktu tempuh 40 jam.

Acara peluncuran layanan LDF tersebut ditandai dengan pelayaran perdana rute Patimban-Panjang. KMP Ferrindo 5 mengangkut kargo kendaraan sebanyak 98 unit kendaraan kecil dan 1 truk besar bermuatan 40 unit sepeda motor. KMP Ferrindo 5 adalah jenis roro dengan ukuran 3.566 GT, panjang (LOA) 91,74 meter, dan lebat 15,5 meter. Kapasitas angkutnya sebanyak 56 orang penumpang dan 109 unit kendaraan campuran.

Dirjen Perhubungan Laut, Agus H Purnomo, saat memimpin pelepasan pelayaran perdana tersebut mengatakan pihaknya optimis pelayaran perdana LFH ini akan mempercepat kemajuan Pelabuhan Patimban.

“Patimban ini pelabuhan baru tapi kami optimis membuat Patimban semakin semakin hidup supaya ekonomi juga tumbuh lebih cepat, ini mulai dengan kapal ro-ro, kami juga berupaya mencari kargo lainnya, harapannya nanti ini bisa kontinyu,” kata Dirjen Agus.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan lintas Patimban-Panjang dapat mengurangi kemacetan dan beban jalan akibat banyaknya kendaraan yang menyalahi ketentuan Over Dimension Over Load (ODOL), serta mengurangi tingkat polusi udara dari emisi gas buang angkutan jalan.

“Rute Patimban – Panjang ini akan semakin memperlancar distribusi logistik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Setelah itu, saya berharap ASDP dapat mengajak asosiasi logistik untuk menggerakkan beberapa komoditas logistik dari Jawa ke Pontianak dan Banjarmasinz serta sebaliknya,” jelas Dirjen Budi.

Dirjen Budi juga berharap pada operator pelabuhan mampu memberikan pelayanan yang prima,  menjaga ketepatan jadwal keberangkatan dan sandar kapal, serta kecepatan pelayaran untuk menarik demand cargo. Ia juga menilai penting untuk menyediakan fasilitas portal dan jembatan timbang untuk mencegah kendaraan ODOL, melakukan pengaturan/rekayasa lalu lintas dalam pelabuhan, dan menyediakan buffer zone.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan pengoperasian tahap awal lintasan LDF dari Pelabuhan Patimban, Subang menuju Pelabuhan Panjang, Lampung ini merupakan lintasan LDF keempat yang dilayani ASDP setelah lintasan Surabaya-Lembar, Jakarta-Surabaya, dan Ketapang-Lembar. [AS]