Home Pelayaran Angkutan Laut Nataru 2019, Pemerintah Persiapkan Ribuan Kapal dan Pelabuhan

Angkutan Laut Nataru 2019, Pemerintah Persiapkan Ribuan Kapal dan Pelabuhan

84
0
SHARE

JMOL. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi musim Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru 2019). Secara umum, diprediksi terjadi peningkatan arus penumpang yang berdampak pada meningkatnya permintaan jasa angkutan.

Pada sektor transportasi laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) memprediksi jumlah penumpang pada Nataru tahun ini akan meningkat sebesar 1,84 persen dibanding Nataru tahun lalu, alias sebesar 1.191.786 penumpang.

“Puncak arus libur diprediksi dimulai Jumát 20 Desember 2019 sampai Selasa 24 Desember 2019. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan dimulai pada Minggu 29 Desember 2019 sampai Selasa 31 Desember 2019,” ucap Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko di Jakarta, Selasa (3/12).

Untuk itu, DJPL menyiapkan armada laut sejumlah 1.293 kapal dengan total kapasitas angkut 3.415.838 penumpang. Armada sebanyak itu terdiri dari armada milik PT. Pelni sebanyak 26 unit dengan kapasitas angkut 989.375 penumpang, armada Perintis 113 unit dengan kapasitas angkut 68.726 penumpang, armada Swasta 1.147 unit dengan kapasitas angkut 2.355.837 penumpang, dan perintis cadangan/pengganti 7 unit dengan kapasitas angkut 1.756 penumpang.

Kemudian, seperti Nataru di tahun-tahun sebelumnya, mulai 18 Desember 2019 s/d 8 Januari 2020, DJPL akan mengoperasikan posko Nataru 2019 di seluruh pelabuhan di Indonesia. Darinya, ada 51 pelabuhan yang dipantau khusus.

DJPL menyebutkan, terdapat 10 Pelabuhan dengan jumlah penumpang tertinggi, antara lain Pelabuhan Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Tanjung Uban, Sungai Pakning, Ternate, Tanjung Batu Kundur, Tarakan, Sorong dan Selat Panjang.

“Dari 51 Pelabuhan pantau, sebaran penumpang pada realisasi Nataru 2018 di Indonesia Bagian Barat sebanyak 847.152 (72%) penumpang naik, sedangkan di Indonesia Bagian Timur sebanyak 323.077 (28%) penumpang naik,” kata Capt. Wisnu.

“Dalam optimalisasi potensi armada, saya menghimbau para Kepala Kantor Kesyahbandaran, Kepala KSOP dan Kepala UPP untuk mengoptimalkan potensi armada di daerahnya masing-masing, terutama ruas-ruas dengan jumlah penumpang tertinggi pada arus mudik/balik. Kemudian, melaksanakan uji kelaiklautan terhadap seluruh kapal yang berada/beroperasi di wilayah kerjanya,” ujar Capt. Wisnu.

DJPL melakukan sejumlah persiapan, dengan melibatkan Pemerintah daerah, operator pelayaran dan syahbandar. Uji petik kelaiklautan sudah dilaksanakan. Penyebaran jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal akan jauh-jauh hari dilaksanakan. Syahbandar diinstrusikan berkoordinasi dengan BMKG, termasuk menyebarluaskan prakiraan cuaca dari BMKG kepada masyarakat maritim. Yang terakhir, menyiapkan sejumlah kapal negara untuk menghadapi keadaan darurat, mulai dari kapal Kenavigasian, kapal patroli KPLP, hingga kapal Latih BPSDM Perhubungan. [AF]