Home Berita Alur Pelayaran Labuhan Lombok dan Terminal Kayangan: Aman untuk Kapal 2000 DWT

Alur Pelayaran Labuhan Lombok dan Terminal Kayangan: Aman untuk Kapal 2000 DWT

245
0
SHARE

JMOL. Labuhan Lombok merupakan salah satu pelabuhan pengumpul di Provinsi NTB yang memiliki beragam aktivitas kegiatan kepelabuhan, antara lain: Bongkar Muat Barang, Distribusi Kapal Tol Laut, Perikanan, Pelayaran Rakyat, serta Terminal Penyeberangan Kayangan yang melayani kapal Ferry rute Pulau Lombok –  Pulau Sumbawa.

Dengan banyaknya aktivitas maritim di atas, penetapan alur pelayaran Labuhan Lombok menjadi sangat penting bagi keselamatan pelayaran dan kelancaran arus logistik. Demikian disampaikan oleh Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan saat memberi sambutan pada acara Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Labuhan Lombok, di Bogor, Jumat (29/10).

Labuhan Lombok dikelola oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuhan Lombok dan termasuk di wilayah kerja Distrik Navigasi Kelas II Benoa, yang bertanggung jawab melaksanakan survei untuk penetapan alur-pelayaran.

Alur dan Sistem Rute

Distrik Navigasi Benoa sudah melakukan survey geodetik, pengamatan pasang surut, pengambilan data levelling (beda tinggi), survey bathimetri (sounding kedalaman), dan pengambilan sampel dasar laut (grab sampling).

“Berdasarkan hasil survey, rencana alur-pelayaran yaitu Panjang ± 3,35 NM atau ± 6,2 Km dari Pelabuhan Labuhan Lombok dan Lebar bervariasi 60 -100 m. Kedalaman alur bervariasi dari -5,7m LWS hingga -31m LWS, dan kedalaman Kolam bevariasi dari -1 s.d -10 m LWS,” kata Made Darmawijaya dari kantor Disnav Benoa.

“Selanjutnya, untuk Terminal Kayangan, Panjang Alur ± 2,21 NM atau ± 4,1 Km dari Terminal, dengan Lebar bervariasi 60 -100 m, kedalaman alur bervariasi dari -16m LWS hingga -31m LWS, dan kedalaman Kolam bervariasi dari -3 s.d -17 m LWS,” lanjut Made.

Sehingga, rencana kapal terbesar yang masuk sesuai data pada Draft Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Labuhan Lombok yaitu Kapal Kargo ukuran 2.000 DWT dengan LOA 81 m lebar 12,7 m dan draft 4,9 m. Sedangkan kapal terbesar yang masuk sesuai data eksisting yaitu kapal penumpang dengan ukuran 1.136 GT dengan LOA 59.95 m lebar 15 m dan draft 3.8 m.

Dengan kedalaman minimal -5,7 meter LWS, maka pada kondisi air surut terendah, Alur-Pelayaran Labuhan Lombok dapat dilalui oleh kapal dengan ukuran sarat (draught) maksimal 5 (lima) meter. Sedangkan, dengan minimal Alur-Pelayaran -16 meter LWS, maka kapal dengan ukuran sarat (draught) maksimal 14 (empat belas) meter dapat melalui Alur-Pelayaran Terminal Kayangan pada kondisi air surut terendah.

Sistem Rute yang ditetapkan di Alur-Pelayaran Pelabuhan Labuhan Lombok dan Pelabuhan Kayangan yaitu Rute Satu Arah (One Way Routes) dengan lebar alur 60 Meter dan Rute Dua Arah (Two Way Routes) dengan lebar alur 100 Meter. Selain itu, menurut Made, perlu penambahan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), yaitu 6 (enam) buah rambu suar di 6 (enam) lokasi yang berbeda, serta 1 pelampung suar.

Baru 15 Persen

Sesuai Undang-Undang 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Pemerintah wajib menetapkan alur pelayaran, menetapkan sistem rute, menetapkan tata cara berlalu lintas dan menetapkan daerah labuh kapal sesuai dengan kepentingannya. Alur Pelayaran pelabuhan ditetapkan melalui keputusan Menteri Perhubungan.

Menurut Hengki Angkasawan, saat ini ada 636 pelabuhan umum yang ada di RIP-nya Direktorat Kepelabuhanan. Darinya, 89 pelabuhan sudah ditetapkan alur-pelayarannya. Pada tahun 2021 ini ada 10 yang akan ditetapkan, termasuk pelabuhan Labuhan Lombok. Sebelumnya, Ditjen Hubla sudah menetapkan alur pelayaran antara lain untuk pelabuhan Calang, Malahayati, Kendal, dan Merauke.

Turut hadir baik secara langsung maupun virtual dalam acara FGD Penetapan Alur Pelayaran di Pelabuhan Labuhan Lombok ini antara lain Kasubdis Navigasi Disnautika Pushidrosal Letkol Laut (P) Sinung Budi Prasojo, Kasubdit Penataan Alur dan Perlintasan Direktorat Kenavigasian Zahara Saputra, Kasie Perancangan Teknis dan Program Pengerukan dan Reklamasi Nugroho Budi Satriawan, Manajer Operasi PT ASDP Cabang Kahyangan, Para Kepala Disnav Kelas I, II dan III, Kepala Kantor UPP Kelas III Labuhan Lombok, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur. [AS]