Home Berita RIMPAC 2018: “Capable, Adaptive, Partners”, Digelar Juni – Agustus 2018. TNI AL...

RIMPAC 2018: “Capable, Adaptive, Partners”, Digelar Juni – Agustus 2018. TNI AL Kirim Dua Kapal Perang

205
0
SHARE
Formasi Kapal pada RIMPAC 2012. (Foto: MCC Keith DeVinney)

JMOL. Latihan bersama multilateral perang laut terbesar di dunia, RIMPAC (Rim of the Pacific) akan digelar pada 27 Juni hingga 2 Agustus 2018 di perairan Kepulauan Hawaii dan California Selatan. RIMPAC 2018 adalah ke-26 kalinya digelar sejak tahun 1971, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat kerjasama antar negara Asia Pasifik dalam menjaga keamanan jalur laut, melindungi kepentingan negara-negara, dan menjamin kebebasan navigasi di kawasan pasifik.

Situs Komando Armada Pasifik Amerika Serikat (US PACOM) menyebutkan bahwa sebanyak 26 negara, 47 kapal perang, lima kapal selam, pasukan darat dari 18 negara, lebih dari 200 pesawat, dan 25.000 personel yang terlibat dalam RIMPAC 2018.

Dengan tema “Capable, Adaptive, Partners”, program latihan RIMPAC 2018 akan meliputi operasi amfibi, senjata meriam, rudal, anti-kapal selam dan latihan pertahanan udara, serta operasi kontra-pembajakan, operasi pembersihan ranjau, bahan peledak, dan operasi penyelaman dan bawah laut.

Negara yang sudah memastikan berpartisipasi adalah Australia, Brasil, Brunei, Kanada, Chili, Kolombia, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Israel, Jepang, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Peru, Republik Korea, Republik Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Tonga, Inggris, Amerika Serikat dan Vietnam. Brasil, Israel, Sri Lanka dan Vietnam untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam RIMPAC.

US PACOM menyebutkan dalam RIMPAC 2018 akan menampilkan aksi peluncuran Long Range Anti-Ship Missile (LRASM) dari pesawat US Air Force, surface to ship missiles oleh Japan Ground Self-Defense Force (Angkatan Darat Jepang), dan Naval Strike Missile (NSM) oleh US Army. Dalam RIMPAC tahun ini, untuk pertama kalinya unsur darat dilibatkan secara aktif.

Penyelenggara RIMPAC 2018 adalah Armada-3 Kawasan Pasifik, AL Amerika Serikat (Third Fleet Command-United States Pasific Fleet, Us Navy). Sang komandan, Vice Admiral John D. Alexander akan bertindak sebagai komandan Combined Task Force (CTF). Rear Admiral Bob Auchterlonie (Royal Canadian Navy) akan bertugas sebagai deputi komandan CTF, dan Admiral Hideyuki Oban (Japan Maritime Self-Defense Force) sebagai wakil komandan CTF.

Pasukan marinir akan dipimpin oleh Brigadir Jenderal Mark Hashimoto (Korps Marinir AS). Commodore Pablo Niemann (Armada de Chile) akan memimpin komponen maritim, dan Commodore Udara Craig Heap (Angkatan Udara Australia) akan memimpin komponen udara.

TNI AL Kirim Dua Kapal Perang

Sejak tahun 2008 hingga 2012, TNI AL sudah berpartisipasi dalam RIMPAC walau hanya mengirim personel Korps Marinir dan Observer. TNI AL mulai mengirimkan unsur-unsur kapal perangnya sejak RIMPAC 2014 hingga RIMPAC 2018 sekarang ini.

Pada 30 Mei 2018, Satgas RIMPAC 2018 sudah berlayar dari Dermaga Ujung Surabaya menuju Hawaii. Dipimpin oleh Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi, dan mengerahkan Kapal Perang KRI RE. Martadinata-331 dan KRI Makasar-590, 1 Heli Bell, 8 LVT-7,2 Howitzer-105, 1 Kompi Marinir dan 1 Tim Kopaska sekaligus 1 Tim Pelatih Taktis Mobile (Mobile Training Team/ MTT) TNI AL.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji saat melepas Satgas RIMPAC 2018, menyebutkan bahwa RIMPAC bertujuan meningkatkan interoperabilitas antar Angkatan Laut di Kawasan Pasifik, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan tempur, dan eksistensi TNI AL di dunia internasional. [JB]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here