Home Berita Dukung Pertumbuhan Industri Maritim, Universitas Muhammadiyah Gresik Buka Jurusan Teknik Perkapalan

Dukung Pertumbuhan Industri Maritim, Universitas Muhammadiyah Gresik Buka Jurusan Teknik Perkapalan

656
0
SHARE

JMOL. Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mulai tahun ini (2017) resmi membuka Program Studi Teknik Perkapalan.  Pembukaan program studi ini untuk menjawab kebutuhan SDM maritim, khususnya teknik perkapalan, di kabupaten Gresik dan Jawa Timur. Terlebih Gresik yang sejak masa lampau dikenal sebagai kota pelabuhan. Sektor maritim di Gresik tumbuh dengan pesat.

Menurut Danang Wahju Utomo dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur, pada masa Majapahit (1293-1519), daerah Gresik merupakan salah satu pintu masuk ke kotaraja Majapahit yang berada di pedalaman. Sehingga menjadi salah satu pelabuhan utama dan tempat perdagangan antar bangsa dan negara. Hal ini karena Gresik memiliki aksessibilitas yang tinggi, baik dari arah laut (dari luar) dan pedalaman (melalui sungai). Letaknya di tepi selat Madura dan terlindung oleh pulau Madura sangat ideal sebagai pelabuhan.

Di masa kini, masuknya Gresik ke dalam wilayah pengembangan Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) semakin membuat daerah ini tumbuh berkembang. Pada tahun 2013, Gresik meraih peringkat pertama sebagai daerah tujuan investasi dengan nilai realisasi mencapai Rp17,7 triliun. Sejak Januari 2014, sebanyak 177 Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) yang masuk ke Gresik dengan nilai mencapai Rp11 triliun.

Pertumbuhan di atas tidak terlepas dari posisi Gresik yang strategis dan infrastruktur logistik terutama kepelabuhanan. Hal yang mendorong tumbuhnya industri pelayaran dan galangan kapal.

Data Pelindo III Cabang Gresik menyebutkan, tonase arus barang tumbuh hingga 584 persen di tahun 2016. Terdapat 8 pelabuhan di kota Gresik. Galangan kapal juga banyak ditenui di sepanjang pesisir Gresik. Setidaknya ada 8 galangan kapal modern dan 13 galangan kapal rakyat.

Pertumbuhan Industri maritim yang demikian besar inilah  yang membuat UMG merasa perlu menyiapkan generasi muda Gresik (Jawa timur bagian Utara) agar dapat terlibat membangun kejayaan Maritim Gresik. UMG menjalin kerjasama dengan AIBINDO (Asosiasi Industri Boat Yard Indonesia) untuk penyediaan galangan kapal non baja sebagai tempat praktek dan penelitian.

Dalam catatan Masyarakat Transportasi Indonesia, kebutuhan tenaga kerja pada industri pelayaran baru terpenuhi 1.500 orang dari kebutuhan 7.000 orang tiap tahunnya.  Sementara AIBINDO menyebutkan bahwa kebutuhan tenaga kerja maritim, khususnya industri galangan kapal, mencapai 1 juta orang tiap tahunnya, dan baru terpenuhi sekitar 200 ribu. [AYU]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here