Home Artikel Mengenal Oil Tanker dan Chemical Tanker

Mengenal Oil Tanker dan Chemical Tanker

367
0
SHARE
Densitas Trafik Pelayaran Tanker Minyak Dunia (2016)

Secara umum, kapal tanker terdiri dari dua jenis: product tanker dan crude carrier. Di luar itu, ada jenis tanker yang lebih khusus seperti chemical tanker, gas carrier dan asphalt/bitumen carrier. Sampai tahun 2016, terdapat 7.065 buah Oil Tanker di dunia (Statistika.com).

Product Tanker

Product Tanker Andes (Foto: Hartmann Group)

Minyak mentah diolah menjadi berbagai produk minyak. Produk minyak yang ringan seperti bensin, minyak tanah, dan gasoil, disebut clean product. Sedangkan yang lebih berat seperti minyak bakar (oil fuel) dan residu disebut dirty product. Product Tanker terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan ukuran dan muatannya (clean atau dirty product). Clean Product Tanker dapat mengangkut sebagian dirty product (kecuali jenis minyak yang paling berat), sedangkan Dirty Product Tanker tidak dapat memuat clean product.

Tangki pada Clean Product Tanker dilapisi bahan khusus (coating) untuk mencegah korosi dan harus selalu dibersihkan terlebih dahulu sebelum pemuatan. Clean Product Tanker memiliki sistem pemisah sehingga dapat memuat cargo yang berbeda tanpa resiko bercampur. Tanki pada Dirty Product Tanker tidak dilapisi bahan khusus dan tidak memiliki sistem pemisahan, namun dilengkapi koil pemanas untuk mencegah pembekuan produk minyak yang memiliki densitas besar.

Crude Carrier

Kategori Ukuran Tanker (U.S. Energy Information Administration)

Cargo curah cair yang dibawa oleh Crude Carrier umumnya homogen. Perbedaan kualitas minyak mentah tidak berpengaruh karena pada akhirnya akan diolah di tahap berikutnya. Ukuran Crude Carrier mulai dari 50,000 MT dwt hingga sekitar 500,000 MT dwt. Berdasarkan ukurannya, baik product tanker and crude carrier dapat dikelompokkan sebagai berikut.

General Purpose tanker. Biasanya digunakan mengangkut refined product, berukuran 10,000 MT hingga 25,000 MT dwt. Handysize tanker: Digunakan untuk mengangkut refined product, ukurannya 25,000 MT hingga 40,000 MT dwt.MR (Medium Range) tanker, Digunakan untuk mengangkut refined product, dengan ukuran 40,000 MT hingga 55,000 MT dwt.

TI ASIA DWT:441.893 vs EAGLE OTOME DWT:95663 (Foto: Georgi Minev)

LR1 (Long Range 1) tanker. Bisa membawa refined products and crude oil. Tanker kategori ini yang mengangkut dirty product biasanya disebut panamax tankers. LR1 and panamax tanker memiliki bobot mati 55,000 MT hingga 80,000 MT.

LR2 (Long Range 2) tankers. Jenis ini membawa product dan crude oil. Ukurannya berkisar 80,000 MT dwt -160,000 MT dwt. Tanker pengangkut crude oil biasanya disebut Aframax tanker (80,000 MT -120,000 MT dwt) dan Suezmax tanker (120,000 MT – 160,000 MT dwt).

Very Large Crude Carrier (VLCC) and Ultra Large Crude Carrier (ULCC). Tanker ini hanya pengangkut minyak mentah. Ukuran VLCC adalah 320,000 MT dan ULCC sebesar 550,000 MT dwt.

 

Chemical tanker

Desain Chemical tanker

Kapal tanker kimia adalah kapal kargo yang dibangun atau disesuaikan dan digunakan untuk mengangkut bahan kimia cair dalam bentuk curah. Kapal tanker kimia diharuskan mematuhi berbagai aspek keselamatan yang diuraikan dalam Bagian B dari SOLAS Bab VIII dan International Bulk Chemical Code (IBC Code).

Kargo kimia curah cair termasuk jenis muatan yang berbahaya, sebagian besar mudah terbakar dan/atau beracun. IBC Code membagi kapal tanker kimia dalam tiga jenis berdasarkan kapabilitasnya mengankut bahan kimia, yaitu ST1, ST2, dan ST3.

Chemical Tanker

Chemical tanker disebut juga parcel tanker. Biasanya berukuran kecil, dari sekitar 5.000 ton dwt hingga 25.000 dwt. Beberapa kapal tanker pengangkut bahan kimia ini ada yang berukuran hingga 50.000 ton dwt. Pada tahun 2016, populasi kapal tanker jenis di dunia adalah 5.204 unit (Statistika.com).

Untuk membawa kargo berbahaya, tanker ini memiliki standar keamanan yang tinggi, antara lain: Tangki dilapisi bahan khusus (seperti stainless steel, epoxy resin dan zinc silicate) demi mencegah reaksi antara bahan kimia dan lambung kapal. Setiap tangki memiliki sistem pompa dan pemipaan tersendiri, sehingga muatan dalam setiap tangki dapat dimuat dan dikeluarkan secara terpisah. Pemisahaan ini untuk mencegah kontaminasi antar bahan kimia dengan jenis berbeda. [AF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here