Home Artikel Small LNG Tanker dan Aplikasinya di Indonesia

Small LNG Tanker dan Aplikasinya di Indonesia

752
2
SHARE

JMOL. Small Scale LNG Carrier atau Small LNG Tanker adalah kapal pengangkut gas alam cari (LNG) dalam jumlah sedikit. Kapal jenis ini digunakan untuk wilayah dimana tidak/belum ada saluran pipa gas, atau wilayah dari sisi ekonomi atau teknis tidak memungkinkan untuk dibangun saluran pipa gas.

Istilah ‘small’ merujuk pada volume angkut LNG (dan ukuran kapal), yang hanya sampai 40.000 cbm (meter kubik). Kapal LNG Carrier ‘normal’ umumnya berkapasitas angkut 120.000 – 270.000 cbm dan berlayar antar benua dengan jarak puluhan ribu mil laut dan waktu layar lebih dari 1 minggu. Sementara Small LNG tanker digunakan untuk jarak sekitar 1.000 mil laut, dengan waktu layar 3-4 hari.

Distribusi LNG dalam skala kecil masih terbatas, oleh karena itu jumlah kapal jenis ini pun masih sangat sedikit. Pada 2016, di seluruh dunia hanya ada 57 unit Small LNG tanker dengan total kapasitas angkut 755.385 cbm. Artinya rata-rata kapasitas tiap kapal sekitar 13.000 cbm. Dari total jumlah di atas, sebanyak 31 unit sedang beroperasi, sisanya 26 unit masih dalam tahap pembangunan.

LNG Tanker Surya Satsuma (Foto: Humpuss Intermoda Transportasi)

Di Indonesia, kapal “Surya Satsuma” (22.500 cbm) milik PT. Humpuss Intermoda Transportasi (HIT) dapat dikategorikan dalam kelompok Small LNG Tanker. Panjang Surya Satsuma 151 m, Lebar 28 m dan draft 7.02 m. Bandingkan dengan LNG Tanker terbesar di dunia Q Max (266,000 cbm) milik Qatar Gas Transport Company (Nakilat), yang panjangnya 345 m, lebar 53.8 m dan draft 12 m.

Kapal Small LNG Carrier umumnya shallow draught, berkisar 4 hingga 7 meter, sehingga tidak dibutuhkan kolam sandar yang dalam. Investasi pembangunan dermaga atau terminal LNG menjadi jauh lebih murah dan lebih cepat dibangun. Kapal Sinju Maru (2500 cbm) dengan draft 4.2 m bahkan dapat berlayar melalui sungai.

Small LNG Tanker beroperasi dalam skenario yang disebut “Small Scale LNG Shipping” atau “Small LNG”, yang melibatkan LNG export/receving terminal, LNG Tanker, LNG storage, dan unit Regasification. Jika jarak pengguna akhir terlalu jauh dari terminal, dapat digunakan truk. Beberapa kawasan yang menerapkan skenario Small LNG Supply Chain di atas, antara lain pantai barat AS -Meksiko, Karibia-Teluk Meksiko, Atlantik Utara, Eropa Utara, Mediteranian, dan Asia.

Small LNG Shipping di Indonesia

Kawasan Asia Tenggara merupakan pasar yang paling potensial. SLNG (Singapore LNG) sudah lama mengincar pasar small LNG pada negara-negara di pesisir Laut Tiongkok Selatan hingga Indonesia bagian barat.  Terbukti pada Agustus 2017, sebuah perusahaan Singapura menawarkan pasokan LNG untuk pembangkit listrik di tujuh lokasi di Indonesia bagian barat, dari Nias, Lhoksemawe, Riau dan lainnya.

Di Indonesia bagian tengah dan timur, mulai dari Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua juga cocok dengan skenario small LNG ini. Tahun 2015 misalnya, PLN mengumumkan kebutuhan gas sebanyak 230 MMSCFD untuk 31 unIt PLTMG yang tersebar di puluhan lokasi mulai dari Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara. Dapat dipastikan, skenario Small LNG yang paling cocok untuk mendistribusikan gas kepada lokasi yang tersebar dan dengan volume kebutuhan yang berbeda-beda tersebut.

LNG Tanker Shinju Maru (2500 cbm)

Institut Teknologi SepuluhNovember (ITS) Surabaya pernah mengkaji skenario Small LNG Shipping untuk mendistribusikan LNG dari Masela ke beberapa PLTMG di kota-kota sepanjang pesisir utara dan selatan Papua. ITS merekomendasikan 5 rute dengan menggunakan 6 kapal LNG tanker, yang terdiri atas 5 kapal (2500 cbm) dan 1 kapal (7500 cbm). Hasil dari kajian ekonomi menunjukan bahwa margin penjualan berkisar US$ 3.5 sampai US$ 3.9 per cbm, dengan payback period 6.8 – 4.7 tahun, dari waktu operasi 20 tahun.

Fasilitas LNG di Benoa {Foto: PT Pelindo Energy Logistic}

Mulai April 2016, Kapal Surya Satsuma mengangkut LNG dari Bontang LNG Plant (Kaltim) ke fasilitas LNG milik Indonesia Power (anak PT PLN) yang bekerjasama dengan PT Pelindo III, di Benoa (Bali).  Fasilitas LNG tersebut terdiri dari Floating Storage Unit (FSU) berkapasitas 26.000 cbm. LNG diregasifikasi pada Floating Regasification Unit(FRU) untuk dialirkan ke PLTG Pesanggaran, Bali.

Rencana Klaster Small LNG Supply Chain

Potensi Small LNG tanker dan implementasi Small LNG Shipping di Indonesia diprediksi sangat besar, terutama karena didorong oleh meningkatnya penggunaan gas untuk pembangkit listrik berkapasitas kecil (di bawah 100 MW). Ini tentu peluang yang bagus bagi industri pelayaran, dan industri galangan kapal nasional. [AS]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here