Home Berita Proyek Palapa Ring Barat: Kabel Serat Optik Bawah Laut Mulai Digelar

Proyek Palapa Ring Barat: Kabel Serat Optik Bawah Laut Mulai Digelar

314
0
SHARE

JMOL. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada hari Minggu (6/8/2017) meresmikan mulai digelarnya kabel serat optik (Fiber Optik, FO) bawah laut proyek Palapa Ring Barat.  Penggelaran kabel serat optik sisi laut ini merupakan kelanjutan dari jaringan kabel serat optik pada sisi darat yang sudah selesai dilaksanakan.

Proyek Palapa Ring Barat merupakan bagian dari Proyek Palapa Ring, sebuah proyek infrastruktur telekomunikasi berupa penyediaan jaringan serat optik yang menjangkau 34 provinsi, 512 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Total panjang kabel sisi laut mencapai 35.280 km, sementara di daratan sejauh 21.807 km. Proyek Palapa Ring terbagi atas Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur.

Palapa Ring Barat senilai Rp 1,28 triliun ini dibagi dua batch. Batch 1 dengan total panjang kabel 1.242 km, terdiri atas segmen Tanjung Bembam Batam-Tarempa (sepanjang 369 km), Tarempa-Ranai (322 km), Ranai-Singkawang (352 km) dan segmen Sekanah Daik Lingga-UQJ Bintan Tanjung Bembam (199 km). Batch 2 meliputi segmen Batam-Karimun-Tebing Tinggi-Bengkalis-Siak serta segmen Daik Lingga-KualaTungka.

Proyek ini digagas oleh Pemerintah RI cq Kementerian Komuniksi dan Informatika (Kemenkominfo) dan dilaksanakan menggunakan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha).  Pembangunan proyek menggunakan dana swasta dan akan diganti dengan dana Universal Service Obligation (USO) setelah Palapa Ring mulai beroperasi.

PT Palapa Ring Barat (konsorsium Moratel – Ketrosden Triasmita) sebagai Badan Usaha Pelaksana pada ring barat memiliki waktu 18 bulan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan hingga jaringan siap dioperasikan. Seluruh penggelaran kabel serat optik laut batch 1 ditargetkan selesai pada akhir Desember 2017 mendatang. Batch 2 akan dimulai awal September dan ditargetkan rampung pada akhir Desember tahun ini.

Dengan tersedianya akses broadband yang berkualitas secara merata di seluruh Indonesia, maka terciptanya akses komunikasi yang lebih baik. Sehingga diharapkan akan mendorong pemerataan dan kemudahan akses telekomunikasi-informasi, membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan berbasis internet (e-commerce), meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem kerja, serta meningkatkan kompetensi untuk berkompetisi di pasar global

Cable Laying Ship

Skematik proses pemasangan kabel bawah laut (MarineInsight)

Pergelaran kabel serat optik dilakukan menggunakan Kapal “Limin Venture” milik PT. Limin Marine & Offshore.  Limin Venture adalah kapal khusus yang disebut Cable Laying Ship. Memiliki bobot mati 5000 ton, LOA  141.5m, dan  Breadth 19.39m. Limin Venture memiliki kapasitas penyimpanan kabel sepanjang 1.500 km, dengan batas kedalaman 20 meter.

Cable Laying Ship dibuat khusus untuk melakukan operasi pergelaran kabel di bawah air. Tipe terbaru kapal jenis ini sudah dilengkapi Dynamic Positioning dan Dynamic Tracking systems untuk memastikan akurasi penempatan kabel di dasar laut. Karena order pergelaran kabel terbilang jarang, maka kapal ini juga sering difungsikan sebagai kapal riset dan pemantauan bawah air.

Kecepatan pemasangan kabel laut sangat tergantung pada peralatan yang dimiliki kapal, kapasitas penyimpanan kabel, kondisi laut, dan struktur dasar laut. Umumnya Cable Laying Ship mampu memasang kabel 100 hingga 150 km per hari. Bahkan untuk kapal jenis baru, bisa mencapai 200 km per hari.

Selama pergelaran dam setelah beroperasi nanti, diperlukan perlindungan dan pengamanan terhadap kabel serat optik bawah laut tersebut. Untuk maksud itu, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan PT Ketrosden Triasmitra pada Selasa (1/8/2017) dan disaksikan oleh Menkominfo.

Bakamla RI akan mendukung upaya PT Ketrosden Triasmitra (sebagai operator) untuk melindungi kabel serat optik dari kerusakan dan kehilangan yang disebabkan aktivitas pelayaran dan pencurian. Upaya perlindungan oleh pihak operator yaitu berupa memonitor dan mengarahkan aktivitas kapal di sepanjang jalur kabel laut, yang dinilai berpotensi merusak kabel laut. [AS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here