Home Artikel Alternatif Produksi Garam Melalui Zero Discharge Desalination

Alternatif Produksi Garam Melalui Zero Discharge Desalination

456
0
SHARE

JMOL. Desalinasi adalah proses menghasilkan air tawar dari air laut. Salah satu teknologi desalinasi yang paling banyak digunakan saat ini adalah SWRO (Sea Water Reverse Osmosis). SWRO Plant menghasilkan air tawar dan limbah garam (brine), yang merupakan larutan garam dengan konsentrasi tinggi yang selama ini dianggap sebagai limbah oleh SWRO. Pembuangan brine dalam bentuk cair dapat mengganggu lingkungan. Pengelolaan limbah brine menjadi beban bagi SWRO Plant.

Brine sebenarnya masih bisa diolah menjadi garam melalui penguapan sederhana di tambak garam. Namun karena masih mengandung banyak polutan dan kandungan padatan lainnya (tergantung karakteristik air laut) maka produk garam yang dihasilkan masih berkualitas rendah.

Beberapa Model Intergasi Membran pada SWRO Plant

Merujuk pendapat Prof I Gede Wenten, ahli teknologi membran dari ITB, proses desalinasi SWRO dapat dipadukan dengan proses produksi garam melalui konsep zero discharge desalination (ZDD). Pada ZDD SWRO alias tanpa limbah cair, digunakan berbagai macam membran dengan konfigurasi tertentu. Proses ini disebut juga desalinasi terintegrasi untuk mendapatkan air murni dan garam secara optimal. Pada proses ini, air brine dari RO diproses sedemikian rupa untuk menambah output air dan garam secara optimal. Disebut terintegrasi karena melibatkan beberapa jenis membran seperti diilustrasikan pada gambar. Konfigurasi membran tergantung pada spefisikasi air laut sebagai bahan bakunya. Kristalisasi garam dapat menggunakan metode Vacuum atau solar evaporation. Konsep Desalinasi SWRO tanpa limbah ini terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi membran.

Sebuah zero discharge SWRO plant dapat menghasilkan air dan garam berkualitas tinggi sehingga secara keseluruhan dapat mengurangi biaya produksi air. Di samping itu, Zero discharge SWRO dapat mengatasi permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh buangan brine dari proses desalinasi SWRO konvensional.

Contoh penerapan desalinasi terintegrasi adalah Mekorot Water Company, Israel. Penerapan gabungan membran pada SWRO plant milik Mekorot menghasilkan 10 ribu air tawar per hari dan 150,000 ton garam kualitas tinggi per tahun.

Indonesia masih mengandalkan air tanah untuk menghasilkan air minum, sehingga penerapan SWRO masih minim di sini. Dengan semakin menurunnya daya dukungan air tanah, Indonesia sebaiknya sudah mulai melirik air laut sebagai sumber air minum.

Di Indonesia, SWRO Plant berskala besar dengan konsep zero Discharge (Nol Buangan) seperti di atas dapat diterapkan di kota-kota besar, atau kawasan industri yang dekat dengan laut. Selain dapat memasok kebutuhan air bersih untuk konsumsi rumah tangga dan industri, juga dapat mendukung program peningkatan produksi garam nasional.  Semoga. [AF]

Rujukan:

  1. Integrated Processes for Desalination and Salt Production: A Mini-Review. I Gede Wenten, Danu Ariono, Mubiar Purwasasmita, Khoirudin. 2017
  2. Teknologi Membran: Prospek Dan Tantangannya Di Indonesia. Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung Profesor I Gede Wenten. 2016.
  3. Salt production by the evaporation of SWRO brine in Eilat: a success story. Aliza Ravizkya*, Nissim Nadavb. 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here