Home Artikel Menyambut Status “Particularly Sensitive Sea Area” Untuk Raja Ampat

Menyambut Status “Particularly Sensitive Sea Area” Untuk Raja Ampat

218
1
SHARE

Oleh : Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc. (Biro Klasifikasi Indonesia)

Sebagaimana kita ketahui, Rakor yang digelar Kemenko Maritim pada Rabu (15/3) lalu, menyikapi insiden kerusakan terumbu karang Raja Ampat akibat kandasnya MV. Caledonian Sky, telah menyepakati akan memasukkan peta seluruh daerah konservasi laut ke dalam format Electronic Navigation Chart (ENC), sehingga dapat diakses secara internasional.

Penulis juga mendengar kabar bahwa perairan Raja Ampat akan diusulkan dan ditetapkan sebagai daerah perairan laut khusus yang berkategori sangat sensitive, atau dikenal dengan istilah “Particularly Sensitive Sea Area (PSSA)”.

Pedoman penetapan wilayah perairan laut yang sensitive (PSSA) sudah disepakati oleh dunia dan tercantum dalam resolusi IMO A.982(24) yaitu “Revised guidelines for the identification and designation of Particularly Sensitive Sea Areas (PSSA).

Resolusi IMO yang telah mengalami beberapa kali pembahasan dan revisi tersebut, kini menjadi dasar bagi Negara anggota IMO, termasuk Indonesia, jika berniat menjadikan perairan Raja Ampat sebagai PSSA.

Berikut beberapa kriteria penetapan PSSA, dan sesungguhnya sudah dipenuhi oleh perairan Raja Ampat, yaitu:

1.Kepentingan ekologi laut.

Ekosistem yang ada di perairan Raja Ampat adalah unik dan dapat disebut sangat langka. Terdapat keaneka-ragaman ekosistem yang sangat rentan terdegradasi oleh peristiwa alam atau aktivitas pelayaran serta kegiatan manusia lainnya.

Terbukti dengan insiden kandasnya kapal MV. Caledonian Sky yang berdampak pada rusaknya terumbu karang dan membutuhkan puluhan tahun bahkan ratusan tahun untuk pemulihannya.

2.Kriteria sosial, budaya dan ekonomi.

Wilayah Raja Ampat terkoneksi dengan budaya lokal dan secara ekonomis menjadi sumber pendapatan masyarakat lokal. Raja Ampat dinyatakan oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu destinasi utama wisata bahari.

3.Kriteria ilmiah dan pendidikan.

Keanekaragaman biota laut Raja Ampat merupakan laboratorium hidup bagi kepentingan penelitian dan pendidikan.

Pelindungan Internasional

Jika perairan Raja Ampat sudah ditetapkan sebagai wilayah laut sensitif, maka langkah-langkah perlindungan khusus, yang disarankan oleh IMO, dapat dipergunakan untuk mengontrol dan mengawasi kegiatan maritim di perairan teraebut. Siapapun yang melanggar akan dikenakan sangsi.

Pengaturan rute pelayaran ditetapkan dan disepakati secara internasional beserta tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan oleh kapal saat berlayar melalui rute-rute yang telah ditetapkan. Penerapan ketentuan MARPOL akan lebih ketat terhadap pembuangan polusi yang dihasilkan dari operasional kapal dibandingkan perairan lainnnya.

Persyaratan peralatan keselamatan kapal, seperti terhadap kapal tanker minyak juga lebih ketat jika melewati daerah PSSA. Pada daerah PSSA umumnya diterapkan perambuan lalu lintas kapal atau Vessel Traffic Services (VTS). Nantinya, akan ada Raja Ampat Vessel Traffic Services (RAVTS).

Berikut ini adalah daftar PSSA yang telah ditetapkan oleh IMO:

  1. Great Barrier Reef, Australia (ditetapkan sebagai PSSA pada tahun 1990)
  2. Sabana-Camagüey Archipelago di Kuba (1997)
  3. Pulau Malpelo, Kolombia (2002)
  4. Lautdi sekitar Florida Keys, USA (2002)
  5. Wadden Sea, Denmark, Jerman, Belanda (2002)
  6. Paracas National Reserve, Peru (2003)
  7. Perairan Eropa Barat (2004)
  8. Perpanjangan dari Great Barrier Reef PSSA termasuk Selat Torres (diusulkan oleh Australia dan Papua Nugini) (2005)
  9. Kepulauan Canary, Spanyol (2005)
  10. Galapagos Archipelago, Ekuador (2005)
  11. Dareah perairan Baltic, Denmark, Estonia, Finlandia, Jerman, Latvia, Lithuania, Polandia dan Swedia (2005)
  12. Monumen laut Nasional Papahānaumokuākea, USA (2007)
  13. Selat Bonifacio, Prancis dan Italia (2011)
  14. Saba Bank, di wilayah Karibia Utara-Timur dari Kerajaan Belanda (2012)
  15. Perpanjangan Great Barrier Reef dan Selat Torres mencakup bagian selatan-barat dari Laut Coral (2015)
  16. Jomard Entrance, Papua Nugini (2016)

Jika usulan PSSA disetujui maka Raja Ampat akan dimasukkan sebagai salah satu daerah PSSA dan dapat diperiksa pada www.pssa.imo.org.

Indonesia harus memperjuangkannya perairan Raja Ampat menjadi PSSA, sehingga menjadi daerah perairan yang memperoleh perlindungan khusus. Bila terjadi kejadian kapal kandas, dan lain-lainya, maka akan ada tindakan-tindakan khusus yang akan dilakukan oleh IMO.

Dokumen penetapan PSSA Raja Ampat nantinya akan berisi beberapa hal, misalnya: sejauh mana tingkat perlindungan yang diharapkan oleh Indonesia, atau tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan dengan tujuan untuk mencegah, mengurangi atau menghilangkan ancaman kerusakan lingkungan laut. Atau,kerentanan apa saja yang dapat diidentifikasi dan harus dihindari.

Informasi PSSA akan didesimenasi kepada seluruh pemangku kepentingan maritim dunia. Negara pantai, Negara bendera, masyarakat maritim dan perusahaan pelayaran akan diberikan informasi atas penetapan Raja Ampat sebagai PSSA. Seluruh stakeholder maritim dunia akan menerima informasi mengenai pertimbangkan dasar dan ilmiah, kajian lmiah, teknis, ekonomis, dan perlindungan lingkungan, dan potensi resiko kerusakan akibat kegiatan pelayaran nasional dan internasional.

IMO akan menerbitkan publikasi pengaturan rute kapal yang melintasi kawasan Raja Ampat. Akan tetapkan alur pelayaran di sekitar wilayah Raja Ampat, dilengkapi ENC yang telah disebukan di atas. Semoga **

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here