19 November 2013 - 07:01:14

Larangan Ekspor Minerba dengan UU No. 4/2009

Penambangan batubara.

Penulis: Tinu Sicara

JMOL—Awal 2014, pemerintah berencana memberlakukan larangan ekspor mineral mentah. Hal ini terkait efektifnya Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) bahwa semua hasil tambang mineral mentah dilarang diekspor.

Selain itu, disebutkan pula bahwa sebelum mengekspor produksi mineral, penambang harus memproses bijih mineral mereka di smelter sendiri atau di dalam negeri pada awal Januari 2014.

Produk-produk mineral yang dilarang ekspor, di antaranya tembaga, emas, perak, timah, timbal, kronium, molybdenum, platinum, bauksit, bijih besi, pasir besi, nikel dan mangan.

Pelarangan ini menimbulkan reaksi dari sejumlah pihak yang merasa berkeberatan dengan penetapan pemerintah, terutama pelaku pertambangan mineral.

“Rencana itu belum pasti, tetapi apabila aturan pelarangan ekspor mineral benar-benar ditetapkan maka Indonesia akan mengalamai kerugian negara, salah satunya terkait pajak,” ujar Faisal Emzita, Executive Director Indonesian Nickel Association,saat dijumpai di sela-sela Asia Nickel 2013, di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (18/11).

Menurut Faisal, dengan melakukan ekspor mineral mentah, setiap tahunnya negara mendapat income sekitar 10 persen dari pajak. Sehingga tidak dapat dibayangkan apabila pemerintah menetapkan larangan ini.

Dia menambahkan, hal ini akan berdampak pada harga nikel yang akan naik pada tahun 2014, karena tersendatnya suplai bijih nikel. Perekonomian Indonesia akan terguncang.

“Indonesia harus mampu meningkatkan nilai tambah mineral, namun masa transisi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar,” katanya.

Sementara itu, dampak juga akan menjalar ke sektor maritim. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi inflasi pada perusahaan-perusahaan tongkang. Sejumlah negara pun akan dihantui lonjakan inflasi. Ini menyusul pergerakan harga mineral yang diperkirakan semakin melonjak pada 2014.

Ketergantungan pasokan mineral mentah seperti tambang pada galangan kapal pun terancam karena pengurangan sumber pasokan bagi operasional perusahaan.

Editor: Arif Giyanto


Artikel Terkait